Perumahan Villa Puncak Tidar

Posted on March 10, 2014

0


“Jam 3 subuh. Kudengar suara klotek2. Kubuka jendela. Tidak ada apa-apa. Aku kecewa. Hidup ternyata tidak seseram film-film horor.”

Demikianlah, sebuah cerpen mini mengawali posting tentang sebuah kompleks perumahan yang dikenal dengan nama Villa Puncak Tidar (VPT).  Di sebuah rumah tipe 70 dengan luas tanah 140 meter persegi itu saya mengawali deskripsi ini. VPT terletak di sebuah daearah berbukit-bukit yang bisa dicapai dari pusat kota Malang ke arah Barat, menembus jalan Tidar, terus naik sampai ke jalan berpaving. Sekitar tiga ratusan meter sebelum Universitas MaChung, ada belokan ke kiri menurun dan disitulah terbentang sebuah kompleks perumahan dengan banyak vegetasi liar di perbukitan. Deretan rumah membelah bukit, menciptakan guratan-guratan di tengah punggung bukit, berselang-seling dengan daerah hijau. Anda yang suka alam perbukitan pasti akan menyukai tatanan seperti ini.

Kontur di VPT naik turun, seperti terlihat di gambar-gambar berikut. Maka daerah ini ideal untuk mereka yang suka berjalan-jalan pagi atau bersepeda tanpa harus was-was keserempet mobil yang melaju kencang di jalan raya.

Image

Image

Kebanyakan rumah bertipe seperti yang saya sebutkan di atas: tipe 70 dengan luas tanah 120 – 140 an meter persegi. Dengan 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan satu ruang tamu serta ruang tengah yang menyatu dengan dapur, rumah seperti ini cocok untuk keluarga kecil beranggotakan 4 orang, minus pembantu. Di belakang masih ada lahan sekitar 8 kali 7 meter yang sengaja dikosongkan untuk perluasan rumah, atau bisa juga untuk berkebun. Pada pertengahan tahun 2012, harga rumah seperti ini masih 500 jutaan, sebelum kemudian melesat menjadi 2 kali lipatnya. Maka beruntunglah Anda yang membelinya sebelum Juni 2012 tersebut.

Beberapa rumah tidak dihuni dan nampaknya menjadi  investasi buat pemiliknya. Di Blok AB, misalnya,  saya temukan sebuah rumah yang disewakan seperti ini:

Image

Tadi saya sebutkan vegetasi liar ya. Nah, ini tampangnya. Vegetasi liar tumbuh di lembah-lembah seperti ini. Maka suara binatang-binatang malam masih nyaring terdengar pada malam hari. Serangga berbagai jenis bahkan kadang-kadang kesasar ke teras rumah.

Image

Di atas bukit nampak ada sebuah bangunan besar yang sayangnya sudah mulai rontok. Rupanya itu semacam proyek yang macet karena kehabisan dana. Konon sih dulunya mau dijadikan Club House.  Sayang, padahal bentuknya unik, seperti terlihat di gambar berikut:

Image

Suatu malam saya pernah melihat ada beberapa sosok disitu, berpakaian serba putih. Apakah itu manusia atau hantu, saya tidak tahu, tapi apapun jenisnya  pasti bukan orang baik-baik. Lha kalau orang baik-baik ngapain keluyuran disitu malam-malam? Ya, begitulah, sekali lagi disayangkan mengapa bangunan itu mangkrak begitu saja sehingga mengundang makhluk halus maupun kasar yang niatnya juga pasti kurang baik.

Di ujung jalan masuk ke blok AB ada ruang bermain kecil dengan penunggu sesosok patung wanita yang kalau malam hari sering saya sangka orang sungguhan sedang duduk di pinggir jalan.

Image

Tak jauh dari situ ada sebuah lahan luas untuk rekreasi keluarga. Ada berbagai peralatan senam, seperti di bawah ini:

Image

IMG_2313

Ada juga daerah untuk sekedar duduk-duduk dengan kursi dari batu marmer yang kokoh. Di depannya ada sepetak bebatuan yang bisa diinjak-injak untuk sekedar pijat refleksi mandiri. Ini gambarnya.

Image

Lumayan juga menyusuri jalur bebatuan itu dengan kaki telanjang. Tiga kali putaran bisa membuat badan berkeringat karena harus menahan nyeri di telapak kaki yang menghunjam bebatuan. Konon sih itu menyehatkan karena urat-urat di telapak kaki jadi serasa dipijat refleksi.

Lalu di sebelahnya ada daerah untuk berfoto-foto atau main badminton. Di dekat situ bahkan ada kamar kecilnya.

Image

Nah, agak jauh lagi ada sepetak luas tanah berpasir pantai yang dikhususkan untuk anak-anak di bawah usia 10 tahun. Beberapa jenis mainan seperti panjat tali dan flying fox kecil-kecilan ada disitu:

Image

Nah, kedua gambar di bawah ini juga penunggu-penunggu disitu. Konon, patung yang perrtama itu dulunya adalah seorang wanita beneran yang nampaknya terlalu ingin menonjolkan kemolekan tubuhnya. Begitu bagian dada dan bawah pinggangnya mau terbuka, sang Dewa penunggu marah dan langsung mengutuknya menjadi batu. Jadi begitulah, dia menjadi patung batu marmer karena kegenitannya yang kebablasan itu.

Image

Percaya? Ya janganlah, wong itu cuma karangan saya kok, bwa ha haaa!

Tadi saya sebutkan lahan kecil di belakang rumah yang bisa untuk berkebun ya. Nah, kalau kebunnya sudah jadi dan berbuah tampangnya kayak gini nih:

Image

Karena manusia jaman sekarang makin jauh dari alam, akan baik kalau Anda yang punya rumah disitu membiarkan lahan itu terbuka, dan menjadikannya kebun kecil. Macam-macam tanaman bisa dipelihara disitu, mulai dari yang buahnya bisa dinikmati sampai tanaman-tanaman jenis obat seperti Binahong, Bunga Matahari, Cin Cao, dan sejenisnya.

Itulah sekilas gambaran tentang perumahan VPT.

Posted in: Uncategorized