Catur dan Hidup

Posted on December 22, 2013

5


Catur dan Hidup

Kalau mahasiswa-mahasiswa saya suka online game, saya mulai suka catur online. Yah, sesuai dengan usia dan profesi saya. Rasanya menggelikan kalau seusia saya masih suka main tembak2an atau bunuh-bunuhan di komputer. Catur, sekalipun membosankan dan menggelikan untuk orang-orang seusia mahasiswa saya, telah mengajarkan saya beberapa hal yang cukup bermakna.

Pertama, ini adalah soal strategi dan taktik. Kalau saya melangkahkan suatu biji catur, saya harus sudah tahu apa resikonya. Jadi sebelum melangkah, saya sudah memperhitungkan lawan saya mau melangkah kemana dan dengan biji apa. Bukankah ini juga sama dengan hidup? Apapun yang akan kita lakukan, sebaiknya memang sudah kita pertimbangkan konsekuensinya. Kita timbang-timbang untung ruginya, dan kita putuskan konsekuensi terbaik dengan kerugian paling minim.

Kedua, adalah soal kecepatan. Di catur online yang saya ikuti (live chess dotkom), setiap pemain hanya punya waktu 30 menit untuk berpikir dan melangkah. Kalau melebihi waktu itu, apapun posisi kita pasti akan langsung dinyatakan kalah. Jadi mikirnya harus cepat dan taktis. Bukankah ini sama juga dengan hidup? Terlalu lama berpikir, kita akan ketinggalan. Harus ada keputusan yang diambil, dan itupun harus sudah melewati perhitungan yang matang.

Ketiga, belajar dari kesalahan. Dulu awalnya saya suka menyerang dengan bishop mengancam kuda lawan, tapi langkah itu langsung dibalas dengan ancaman bidak beruntun sehingga bishop saya lari tunggang langgang dan akhirnya mati di tangan bidak. Sejak saat itu saya tidak pernah lagi mengulang langkah itu. Bukankah ini juga sama dengan hidup? Kesalahan masa lalu seharusnya sudah membuat kita awas terhadap potensi keliru yang sama di masa kini. Kita harus belajar dari kesalahan.

Keempat, nikmati semuanya sebagai fun aja, jangan dianggap terlalu serius. Main catur itu asyik dan menegangkan, bisa sedikit emosi kalau salah langkah, rasanya ingin membanting iPad (untung ingat kalau belum lunas jadi batal mbanting dah). Selalu ada menang dan kalah. Kalau menang ada alasan untuk bangga dan sedikit bersorak: ‘yess!’. Kalau kalah ya bolehlah sedikit nyaprut, tapi selebihnya ya dianggap asyik aja, bagian dari permainan. Bukankah hidup juga begitu? Kita mati2an berusaha mencapai ambisi, tapi apapun yang terjadi ya sudahlah kita enjoy aja. Why so serious?

Begitulah, catur bukan sekedar permainan profesor setengah tuwek yang sudah botak, chubby dan serius, tapi bisa mengajarkan kita bagaimana menghadapi dan menikmati hidup.

Btw, rating saya sekarang 980. Biasanya saya menang dengan pemain2 dari berbagai belahan dunia lain yang ratingnya juga segitu. Tapi begitu melawan yang ratingnya 1000 ke atas, saya lebih banyak kalah. Pintar2 tuh lawan saya, masak saya dulu pernah diskak mat ketika sedang asyik2nya menyerang.

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized