Bahasa Inggris CALP dan BICS

Posted on December 6, 2013

0


Bahasa Inggris itu banyak ragamnya. Secara umum, ragam itu terbagi menjadi dua. Dalam dunia pendidikan bahasa, dikenal apa yang disebut BICS (Basic Interpersonal Communication Skills), dan CALP (Cognitive Academic Language Proficiency). Yang pertama, gampangnya kita sebut saja bahasa Inggris untuk pergaulan dan suasana-suasana informal. Kalau Anda ke pesta kemudian berbasa-basi disana, atau ngobrol dengan bule tentang cuaca atau harga-harga barang di supermarket, atau pdkt seorang lawan jenis, kemungkinan besar Anda akan berbicara bahasa Inggris dengan ragam BICS. Ragam seperti ini menggunakan kata-kata yang sering muncul, tidak sangat  patuh pada aturan tata bahasa, dan berkesan renyah, luwes, ramah, dan oleh karena itu juga mudah. Dialog di bawah ini menggunakan ragam gaul itu:

 

A: “Y’know what? Yesterday I went to the mall and guess who I ran into? My ex! He was walking alone…”

B: “Wow! You must’ve been excited to see him. Was he really alone?”

A: “Yeah, uhm, . . . no actually. That’s what I was thinking, and I was like “Oh, my God!!”, when suddenly a woman came from behind him and held his arm. . .”. 

B: “Ouch! He’s got a new one??!”

A: “Well, er, no actually. It was his grandma. Phew! I was like, “yess, he’s still alone after dumping me a month ago. . . “

 

 

Nah, CALP adalah bahasa Inggris yang dipakai dalam suasana formal, seperti menulis artikel untuk jurnal ilmiah, menulis skripsi, berbicara dalam seminar, mempresentasikan gagasan atau laporan di depan umum, dan sejenisnya. Suasana formal dicirikan oleh kepatuhan pada aturan, dan memang itu lah yang Anda jumpai ketika berbicara dengan ragam ini: berbicara atau menulis dengan amat patuh pada tata bahasa. Kata-kata yang Anda pakai adalah bukan kata-kata sehari-hari. Jangan pernah berharap bisa mengatakan :”oh, my God !” atau “you rock, people”, atau “it sucks” ketika menggunakan bahasa Inggris CALP. Jangan pula pernah berharap menggunakan pengisi jeda seperti “y’know” dan sejenisnya. Ragam CALP itu kaku, dan oleh karena itu ketika Anda memakainya dengan benar, Anda terkesan anggun, terpelajar, dan canggih. Tulisan di bawah ini adalah satu sampel ragam CALP:

 

“With the advent of high technology, humans are confronted with a problem, the panacea of which lies not in the technology itself but deep in the humanity. It seems paradoxical that the more we are advancing, the more we feel we are regressing in some aspects. “

 

Dan ini adalah ucapan khas ragam CALP: “I’d like to suggest, therefore, that the student be taught twice a week rather than once a week. In the spirit of stepping up our efforts to improve them, there doesnt seem to be any other alternative but to intensify the teaching hours”.

 

Nah, kalau Anda ingin menjadi host pesta nikah atau gelaran heboh lain, Anda tidak perlu repot-repot mempelajari CALP. Bahasa Inggris BICS yang renyah dan asal bisa dimengerti walaupun agak salah – salah itu cukup lah untuk mengantar Anda menekuni karir itu. Tapi kalau Anda bercita-cita ingin meneruskan studi ke S2 atau S3, bahkan menjadi profesor atau pakar lain, mau tak mau Anda harus bisa mengemukakan pikiran dengan ragam CALP, baik itu bahasa tulis maupun lisan.

 

Begitulah, sekilas ulasan saya tentang bahasa Inggris CALP dan BICS. Pesan saya: jangan salah memilih.

 

Posted in: Uncategorized