Klub Harley Davidson Memang Pantas Dicaci

Posted on November 7, 2013

0


Di tengah masyarakat Indonesia yang sebagian besar masih berkutat dengan kemiskinan dan dengan kesenjangan sosial yang masih menganga, setiap kelompok yang memamerkan kekayaan jadi terasa tidak nyaman untuk dilihat. Apalagi kalau peragaannya dibungkus dengan kemasan eksklusivisme. Makin lebih terkutuk lagi jika kelompok itu mencuatkan arogansi di tengah-tengah anggota kelompok masyarakat lainnya.

 

Ini yang saya rasakan setiap kali mendengar atau melihat gaya para anggota klub motor gede Harley Davidson. Semua yang saya sebutkan ada disitu: eksklusivisme (karena hanya yang kaya raya yang bisa membeli motor Harley), dan arogansi di jalan raya. Semakin sering berita yang mengabarkan pengendara Harley yang sedang konvoi menabrak lari rakyat jelata yang sedang mepet-mepet karena harus memberi jalan kepada mereka. Setelah terkapar, eh ditinggal begitu saja!

 

Saya mengharapkan kelompok-kelompok yang sudah kaya namun biadab seperti inilah yang seharusnya menjadi sasaran razia sebuah organisasi massa yang konon membela kepentingan umat. Ini sudah jelas-jelas pendzaliman  yang luar biasa, bukan hanya kepada rakyat banyak tapi juga kepada kewibawaan hukum. Pernah dengar ada pengendara Harley yang dibui atau minimal didenda karena menabrak orang lain? Ndak ada kan? 

 

Yang saya herankan, seorang politikus PDI bernama SS, suaminya aktris Widyawati, ternyata juga menggemari motor HD ini dan menjadi salah satu anggotanya. Ketika sedang konvoi, dia diwawancara wartawan dan diajukan kepadanya kritik tentang efisiensi BBM untuk moge-moge tersebut. Dengan pongahnya dia menjawab: “Ini ndak seberapa kok. Berapa sih yang kami habiskan kalau dibandingkan dengan mobil-mobil yang setiap hari lalu lalang di Jakarta itu?”. Yah, mobil-mobil itu kan kerja, lha kalau Anda kan hanya bersenang-senang saja memboroskan BBM?

 

Saya heran luar biasa melihat tokoh yang dulu sangat dikenal sebagai figur yang rendah hati dan membela rakyat bisa jadi setan arogan kayak gini. Tak berapa lama setelah itu, saya dengar di media bahwa si SS itu tewas karena motor Harley nya jatuh di sebuah jalan antar kota. Dia mati seketika.

 

Maka tak ada lagi yang bisa saya ucapkan selain: “Mampus lu, setan!”

 

 

 

Posted in: Uncategorized