Corat Coret Hari Ini

Posted on September 17, 2013

0


Pagi sudah menyiapkan diri untuk wawancara dosen-dosen baru. Senang aja melihat bidang yang dulu saya kira ndak ada peminatnya ternyata cukup banyak yang melamar. Hampir semua pelamar masih muda, kelahiran pertengahan dekade 1970 an bahkan akhir dekade 80 an. Karena masih muda, ada yang pengalamannya sangat minim. Ini membuat saya berpikir: “kalau anak-anak muda ini tidak diberi kesempatan, di CV mereka pengalaman kerjanya pasti ndak akan bertambah. Lagian justru karena masih muda, mereka lebih lentur dan mudah dibentuk (baca: mudah dibentak-bentak supaya menurut, ha ha haaa!)” Akhirnya saya tulis pada kolom hasil interview sesuatu yang pasti harus dibaca dengan cermat oleh para atasan saya.

Masuk ke kantor lagi jam 11. Ada seseorang mengetuk pintu. Ternyata mantan mahasiswi. Tumben dia datang. Ada apa? Saya sudah siap-siap untuk menyiapkan template surat referensi, soalnya biasanya mantan mahasiswi mengharapkan referensi dari dekannya untuk melamar kerja atau melamar beasiswa S2. Oh, dugaan saya salah. Ternyata dia mampir untuk memberikan sebuah gift kenang-kenangan. What a nice batik! Aduh, so gorgeous, saya pikir sudah lupa sama saya, ternyata seminggu setelah wisuda masih mau datang memberi kenang-kenangan. Lalu ngobrollah dia soal macam-macam. Saya suruh dia duduk soalnya kalau berdiri saya malu dia jauh lebih tinggi daripada saya, we ke kek!

Baru tahu kalau JNE itu adalah waralaba. “Bapak mau buka JNE a?” tanyanya. “Ya endaklah,” saya jawab. “Cuma pingin tahu aja.”

Ngobrol cukup lama sampai istriku ndak berani masuk ruangan. Setelah sang mahasiswi pamitan keluar, istri gantian masuk membawa berita mengejutkan. Astaga! “Itu tiket wis paling murah,” katanya bersemangat. “Ayo wis budal tahun depan, kapan lagi kesana?”.

Saya diam saja tidak segera mengambil keputusan. Hmm, tujuh jam penerbangan ke negeri itu. Akankah aku akhirnya melihat band kesayanganku yaitu Super Junior disana? Hmm . . . maunya sih, tapi duitnya alamaak!

Nah, sudah jam satu. Sebelum postingan ini tambah kacau balau karena ngoceh kemana-mana, sebaiknya saya hentikan dan mulai kerja (pura-pura) serius lagi sebagai dekan dan guru besar.

Posted in: Uncategorized