Kumpul Mahasiswa

Posted on September 6, 2013

0


Kumpul Mahasiswa

Pertama kali undangan itu muncul, saya langsung mengiyakannya: undangan untuk menjadi pendamping mahasiswa baru Ma Chung di sebuah gelaran yang disebut Krida Universitas. Baru setelah melihat daftar nama pendamping lain, saya merasa kayaknya ada yang salah nih. Hampir semua adalah dosen dan staf yang masih muda-muda, dan saya sendiri yang sudah tuwek dan gelarnya Profesor pula. Mungkin orang akan membatin: ‘lho ini lapo profesor kok ndaftar jadi pendamping maharu dalam acara krida? Apa ndak lebih baik meneliti atau menulis karya ilmiah tah?’ Tapi ya sudah, sudah kepalang basah, saya ikut juga jadi pendamping.

Jam 1 siang tadi saya mulai tugas saya sebagai pendamping. Ada 19 orang maharu. Banyak dari manajemen dan akuntansi, dan beberapa dari Teknik Industri dan Sastra Inggris. Saya dibantu oleh pendamping mahasiswa, anak manajemen juga angkatan tahun 2012, lulusan Langsep. Wilayah krida kami adalah di sepanjang trotoar setelah bundaran menuju ke parkir basement BhakPer.

Saya berikan pengarahan singkat. Intinya: sebagai manusia yang sudah dewasa, kalian silakan bekerja sama dan mencari cara kreatif untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk kawasan ini.

Nah, mulailah mereka bekerja. Mereka langsung sibuk mengumpulkan daun2 kering yang berguguran di wilayah itu. Diam-diam saya amati tingkah laku mereka, karena dari situlah saya bisa sedikit banyak tahu sifat mereka. Yang dari akuntansi, kebanyakan cewek, khas gayanya: ndak banyak omong, langsung dengan tenang duduk di trotoar mencabuti rumput. Yang cowok juga tanpa banyak protes jongkok di bawah pohon mengambili daun. Emang gitu kayaknya style anak-anak akuntansi ini.

Ada yang dari teknik industri, seorang cowok, yang nampaknya punya kecekatan berpikir dan bakat memimpin. Dialah yang menggerakkan teman-temannya untuk mulai bekerja dengan ide-idenya. Yang dari sastra inggris masih sempat guyon dengan saya, kemudian mulai nimbrung kerja sambil komentar sana-sini.

Saya jadi ingat 5 tahun lalu ketika menjadi mentor untuk kelompok maharu yang bernama Curcuminoid. Semua sudah jadi sejarah. Saya sudah tidak melihat mereka lagi dan mungkin semua juga sudah lupa. Tapi oh, ternyata masih ada satu. Saya melihatnya ketika setelah acara pendampingan selesai saya mengikuti gladi resik wisuda. Dia duduk di depan sendiri. Ketika saya maju sebagai dekan di panggung, saya mencoba menangkap pandangannya, tapi dia melihat ke arah lain. Hantjoer hatikoe. “Oh, tak ingatkah kau saat-saat kita bersama di kelas Curcuminoid, manakala aku menyindirmu karena kamu paling diam? Tak ingatkah kamu ketika aku ajak kamu makan kue ultahku di kantor DPM dan di kantor dekan? Ketika kamu pulang dari bakti sosial kita di SD Karangwidoro itu, aku juga yang mengantarmu sampai ke dekat rumah. Kenapa sekarang tega kau mencuekkin mantan mentormu? Sombongnya dirimu, mentang-mentang besok sudah bergelar SE.”Ha ha haa! Lebbaayy!

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized