Sekilas Universitas Indonesia Depok Jakarta

Posted on August 30, 2013

0


Tahun ini seperti biasanya saya ikut seminar TEFLIN (Teachers of English as a Foreign Language) yang kali ini diadakan di Jakarta, tepatnya di Universitas Indonesia di Depok. Jakarta bukan kota favorit saya, tapi demi tugas dan sekedar cari suasana baru maka saya berangkat.

Dari bandara Suhat ke Depok jauh bok! Istri saya yang selalu ikut kalau saya seminar kemana2 jauh-jauh hari sudah cari informasi tentang bagaimana ke Depok dari bandara Cengkareng. Panitia juga tak kalah sigap menyediakan informasi di lamannya. Dengan yakin teman istriku bilang: “dari bandara bisa langsung naik bis DAMRI ke Depok!”. Ternyata itu sudah informasi basi: jurusan itu sudah dihapus, dan kami tetap harus naik DAMRI dari bandara ke Pasarminggu, yang katanya adalah jarak terdekat ke kampus UI di Depok.

Naik bis DAMRI lumayan nyaman, tapi dengan bawaaan koper besar dan satu lagi ukuran sedang perjalanan itu jadi agak ribet karena koper saya harus merebut space sekian banyak di lorong bis yang sempit. Dari Malang sudah diwanti-wanti bahwa perjalanan ke Depok bisa makan waktu lama. Benar juga. Bis beberapa kali merambat karena macet. Dari Pasarminggu, kami turun dan menunggu di tepi jalan mencegat taksi. Nah, tidak semua taksi yang lewat mau ke Depok, tepatnya ke Wisma Makara UI tempat kami akan menginap. Hanya Blue Bird yang mau masuk segitu jauh.

Taksi yang semula meluncur mulus ternyata masih harus berjuang menembus macet. Tak terasa 1.5 jam perjalanan itu kami tempuh sejak turun dari bus yang juga sudah memakan waktu 1 jam an sendiri dari bandara. Jadi total waktu sejak turun dari pesawat ke Depok sekitar 2.5 jam lebih sedikit.

Wisma Makara UI terletak di dekat kampus UI Depok. Wisma ini jadi satu dengan asrama mahasiswa UI. Kondisinya cukup nyaman dengan AC, TV, dan kamar mandi dalam setiap kamar. Tapi itu untuk wismanya, lho; kalau untuk kamar asramanya saya ndak tahu wong ndak masuk; tapi kalau saya lihat sekilas sih lebih sederhana.

Wisma ini punya kantin asrama yang masih ramai bahkan sampai jam sembilan malam lebih. Makanannnya lumayan sih: telor berbagai olahan, nasi putih, sayur bobor yang jadi favorit saya disitu, ayam goreng, ayam cabe hijau, sosis, daging sapi, sayur rebung, dan kacang goreng gurih, plus beberapa belas menu lagi. Tidak ada harga yang pasti disitu, karena setiap kali selesai mengambil semua yang dibutuhkan, kami tinggal menunjukkannya ke kasir dan dia akan diam sejenak beberapa lama sambil sedikit komat-kamot menghitung harga setiap potong lauk yang diambil. “Enam belas rebu!” katanya setelah melihat isi piring saya dan istri saya. Murah lah untuk kota besar seperti Jakarta.

Yang lucu, ada mahasiswa yang mungkin uang sakunya sudah agak menipis. Sambil menunjukkan piringnya, dia berkata setengah memelas setengah mengancam: “Jangan mahal2 lho, duit gue tinggal dua rebu nih!”.

Esok paginya saya berangkat ke tempat seminar di UI nya. Jauh, sekitar 4 kilometeran dari Wisma UI tersebut. Bis kampus disini ada banyak, semuanya berwarna kuning dan berukuran sekitar satu setengah kalinya bis kampus saya di Ma Chung. Selain itu masih ada kereta api yang bahkan bisa membawa ke stasiun jauh mendekati pusat kota Jakarta pulang pergi. Lalu masih ada taksi dan ojek.

Kampus UI besarnya tak terkira untuk saya yang berasal dari kampus mungil 4 hektaran. Di sela-sela bangunan adalah pepohonan lebat yang menaungi kampus ini tapi sekaligus juga pernah menjadi tempat kejahatan di masa lalu. Memang kampus yang terletak di tengah hutan hijau selalu menarik untuk dilihat dan dikunjungi. Rasanya hampir setiap kampus di negeri ini yang pernah saya kunjungi adalah tipe hijau seperti itu. Ya, kecuali kalau Universitas Padahal Hypermart (jangan disingkat nanti ada yang tersinggung) ya pasti ndak adalah hijau-hijauan alami seperti ini.

Saya belum melihat kolam renang disini. Yang ada adalah empang atau danau lumayan luas. Saya kira itu kolam renangnya, sampai saya melihat ada beberapa orang yang sedang memancing. Oh, kolam renang ikan rupanya.

Posted in: Uncategorized