Generasi Jadul vs Generasi Gadget

Posted on August 20, 2013

0


Generasi Jadul (jaman dulu) masih hidup berbagi ruang dan waktu dengan Generasi Gadget (mereka yang lahir antara tahun 1982 – 2000). Beda generasi, beda pula gaya hidup, kebiasaan, dan cara pikirnya.

Generasi Jadul terbiasa dengan mengawali sesuatu secara sistematis dan terurut. Kalau membeli suatu barang elektronik baru, seorang GenDul (singkatan dari Generasi Jadul) akan mulai dengan membaca manualnya dulu. Itupun umumnya masih dibaca dulu dari depan, kata pengantar singkat, lalu masuk bagian-bagian alat itu, lalu ke cara memasangnya, dan seterusnya, sampai selesai.

GenDget (Generasi Gadget), sebaliknya, tidak mau repot-repot seperti itu. Mereka melakukan apa yang disebut sebagai “random entry access”. Artinya, mereka akan mempelajari suatu perangkat elektronik atau apa pun itu dari titik manapun yang mereka anggap nyaman. Dalam situasi yang sama yakni membeli perangkat elektronik, seorang GenDget akan langsung mencoba menyalakannya; kalau pun ternyata salah, entah bagaimana seperti ada naluri yang membantu mereka untuk melacak kembali ke jalan yang benar dan toh akhirnya bisa menemukan prosedur yang tepat. Ini kelihatan lebih jelas lagi kalau mereka sedang memakai gadgetnya: sementara saya yang GenDul masih mencoba menemukan petunjuknya, anak saya yg baru juga 10 tahun sudah memutar-mutar mouse nya dan entah gimana setelah klik sana sini, dia berhasil menemukan cara kerja sebuah apps.

Karena hidupnya dikelilingi oleh gadget yang menyemburkan banyak sekali informasi yang datangnya secara simultan, GenDget juga cenderung tahu lebih banyak. Bayangkan saja, ketika mereka membuka Yahoo.com atau Kaskus, layar pertama saja sudah menyuguhkan banyak sekali informasi yang bermacam-macam. Nah, justru karena terbiasa membaca beragam informasi ini, kelemahan GenDget adalah tahu hanya secuil-secuil disana-sini, tapi tidak mendalam. GenDul sebaliknya tahu hanya satu dua hal, tapi mereka tahu sangat dalam tentang satu dua hal tersebut. Tidak heran karena di jaman mereka kanak-kanak, mereka terbiasa pada kegiatan membaca satu buku saja sehingga perhatiannya terfokus hanya pada buku itu, tidak terusik oleh iklan atau running text atau segala macam godaaan lainnya dalam bidang pandangnya.

Ketika kuliah, perbedaan mendasar dari kedua generasi ini adalah pada sikapnya terhadap materi yang dipelajarinya. GenDul cenderung dengan patuh dan tekun mempelajari apapun yang sudah didiktekan oleh dosen atau kurikulum jurusannya. Tanpa banyak protes mereka akan terus belajar, percaya bahwa kemampuan yang mereka dapat dari matkul itu akan membuat mereka berguna bagi bangsa dan negara di kelak kemudian hari. GenDget, sebaliknya, tidak mau menelan mentah-mentah begitu saja apa yang disendokkan (dengan agak paksa) ke mulutnya. Mereka akan berpikir: “apakah ketrampilan yang diajarkan oleh matkul ini akan relevan buat pekerjaanku nanti di masa depan kalau aku sudah lulus? Kalau ndak relevan, lha buat apa juga aku susah payah belajar?” Demikianlah, relevansi mata kuliah dengan kehidupan nyata menjadi semakin penting dalam pendidikan untuk GenDget.

Sikap di atas memunculkan ciri berikutnya dari GenDget: Personalized Learning. Buat mereka, pengalaman belajar harus sesuai dengan gaya belajarnya. “Saya tidak perduli teknologi atau dosen mau sepintar apapun; tapi saya mau mereka lah yang menyesuaikan diri dengan gaya belajar saya, dan bukan sebaliknya.” Jadi kalau mereka mengatakan: “saya tidak mau ceramah dosen yang terlalu lama”, ya sebaiknya entah gimana dosen atau teknologi bisa mempersingkat ceramah sang dosen. Kalau mereka bilang, “saya tidak suka teori-teori, mau langsung penerapan saja” ya sebaiknya kuliah yang mereka ikuti harus memberikan banyak waktu untuk praktek. Demikianlah, mereka terkesan egois, sehingga tidak heran generasi ini juga disebut “Me Generation” atau “I-Gen”. Di lain pihak, ciri seperti ini memunculkan tren online learning atau Mass Open Online Course yang memang terkesan lebih fleksibel dibandingkan pengajaran konvensional di kelas.

Masih ada beberapa hal lagi tentang perbedaan GenDul dengan GenDget, tapi untuk saat ini cukup sekian dulu. Ada pertanyaan?

Posted in: Uncategorized