Kiat Kuliah: Belajar, Taktis dan Rileks

Posted on June 21, 2013

2


Kehidupan sebagai mahasiswa adalah masa transisi ke arah kedewasaan. Sedikit banyak fase ini menentukan tahap hidup kita selanjutnya. Mau sukses, mau terkenal sebagai ilmuwan atau pengusaha, atau biasa-biasa saja, semuanya ditentukan (walaupun tidak secara mutlak) pada bagaimana kita membentuk diri semasa kuliah. Berikut ini adalah pendapat para dosen dan mahasiswa-mahasiswa di Amrik sana. Saya sajikan beberapa yang mungkin bisa dijadikan bahan renungan dan inspirasi untuk berkuliah dengan baik dan menyenangkan:

Yang pertama dari seorang profesor:

“If you skated through high school without developing a solid work ethic and study skills, that has to change. If you are taking challenging classes, you can’t be perfect in all of them, so you have to learn to prioritize. But more than anything, your effort and interest really does matter. As a professor, I am most frustrated by sharp students who are unwilling or unable to put in the hard work necessary to become as talented as they could be (or, in some cases, seem to think they already are.”

Intinya, pak dosen ini menasehatkan untuk membentuk kiat belajar dan etos kerja yang benar. Dia bilang: “Anda tuh nggak mungkin bisa cemerlang disemua matkul, maka belajarlah memprioritaskan yang Anda benar-benar anggap penting. Tapi yang sangat sangat penting adalah minat dan upaya Anda; jangan malas untuk mengasah dan menjadikan talenta Anda semakin bersinar”

Yang kedua di bawah ini adalah saran seorang mahasiswa. Kayaknya mahasiswa ini sepakat sama profesornya di atas:

“Best advice I got from a prof was to sit in the front & center every time. Those are the people who do well.”

Intinya, dia bilang: “duduklah di depan atau di baris tengah ketika sedang kuliah, soalnya dosen tuh biasanya menandai bahwa mahasiswa-mahasiswa di baris ini adalah mereka yang pintar dan berprestasi baik.” Catatan: saya sepakat dengan yang satu ini. Pengalaman saya mengajar selama berpuluh tahun memang membuktikannya.

Nah, saran yang satu ini datang dari seorang aktivis mahasiswa:

“For the love of god don’t spend a lot of time in your room. Join as much as possible. You will have so much free time, don’t waste it.”

Dia bilang, “kuliah ya kuliah, tapi jangan hanya mengeram di dalam kamar; sekali-sekali bergabunglah dengan aktivitas-aktivitas kampus.”

Nah, yang satu ini dari seorang mahasiswa yang ulet:

“Even if your parents are paying for your schooling, a part-time job gives you valuable work experience and a bit of spending cash.”

Dia bilang: “bahkan jika ortumu membiayai kuliahmu, atau kamu anak orang kaya, jangan segan melakukan kerja part-time, karena pekerjaan itu memberimu pengalaman (yang nanti siapa tahu bisa dimasukkan ke CV) dan tambahan uang saku. Kalau dah punya uang, jangan dibelikan pulsa atau aksesoris gadget, tapi pakailah untuk membayar SPP tepat waktu” (kalau kalimat terakhir itu mah dari saya sendiri, ha ha haa!)

Saran berikutnya datang dari seorang mahasiswa yang cermat sekali akan pikiran dosen-dosennya:

In a class with 200-400 people the ones your professor remembers are the ones who show up at office hours and sit up front. If your professor knows who you are, they are far more likely to go up to bat for you.

Intinya, berusahalah supaya Anda menjadi perhatian dari para dosen. Caranya adalah dengan datang tepat waktu dan duduk di baris depan. Nanti kalau si dosen punya proyek penelitian atau diminta merekomendasikan mahasiswa untuk beasiswa, Anda lah yang pertama-tama muncul di pikirannya, karena Anda selama ini selalu bersikap positif, rajin, menunjukkan minat, dan tepat waktu.

Yang satu ini datang dari mahasiswa yang taktis:

Get a degree with a major that will get you a job, and a minor in something that you LOVE.

Tahu ya artinya? Kalau kuliah tuh pilihlah jurusan yang akan membuat Anda laku di pasaran kerja; tapi, ambillah mata kuliah minor di bidang yang kamu SUKAI. Jadi maksudnya, kita mesti taktis: kuliah supaya kelak dapat kerja, tapi tidak mengesampingkan minat kita. Semoga di Ma Chung nanti bisa dimungkinkan kurikulum fleksibel lintas prodi sehingga mahasiswa bisa melakukan kiat ini.

Yang terakhir adalah dari mahasiswa yang tahu apa artinya “balanced life”:

Study…but also allow time for yourself. Give yourself a break to go to the gym, watch a movie, hangout with friends, etc. Don’t stress yourself out by feeling the need to study all the time, it will just make you tired and stressed during your midterms or finals, which won’t help you pass the test. Relaxation time is important too!

Studi itu harus; belajar itu harus; keduanya mutlak penting, tapi ya jangan lupa bersantai, pergi ke fitness center, ngumpul-ngumpul sama teman, jalan-jalan dan sebagainya yang rileks-rileks. Kalau Anda studi terus ndak pernah rileks dan have fun, Anda bisa stress dan malah jebol waktu UAS nanti.

Begitulah. Semoga bermanfaat. O ya, kalau mau melihat sekilas Universitas yang patut dipertimbangkan untuk berkuliah, coba klik disini

Posted in: Uncategorized