Seminar Ceramah Workshop Bincang-bincang

Posted on May 29, 2013

0


Seminar, ceramah, workshop, bincang-bincang. Apa bedanya?

“Ya jelas to ah,” Anda bersungut-sungut.

Yah, mau jelas gimana, wong pada nyatanya masih sering dicampur adukkan kok.

Ok, singkatnya begini:

Seminar biasanya merupakan satu forum besar dengan satu topik dan tema tertentu yang menyajikan setidaknya dua macam sesi: sesi pleno/plenary, dan sesi paralel. Sesi pleno umumnya menyajikan topik yang umum, disajikan oleh satu pembicara, dan dihadiri oleh semua hadirin. Sesi paralel, sebaliknya, menyajikan topik-topik lebih spesifik, setiap topik dibawakan oleh satu pembicara, dan waktunya diadakan bersama-sama (makanya namanya paralel); umumnya setiap pembicara dihadiri oleh beberapa belas hadirin saja.

Ceramah biasanya bertopik tunggal dan hanya menampilkan sesi pleno. Di sesi pleno itu, satu atau beberapa orang pembicara menampilkan makalahnya secara bergantian, dan dihadiri oleh semua hadirin atau semua undangan. Setelah semua selesai berceramah, ada sesi tanya jawab beberapa menit, lalu acara pun bubar.

Nah, workshop beda lagi; workshop sangat lain dari kedua jenis di atas karena sebagian besar waktu dipakai untuk bekerja kelompok. Pembicaranya disebut fasilitator; dia hanya berbicara singkat paling sepuluh menitan, lalu sisa waktunya dia mengamati kerja kelompok yang bisa berlangsung sampai satu jam atau lebih. Workshop memang menekankan pada aspek praktis atau aspek penerapan suatu teori atau prinsip/dalil ke dalam suatu kasus nyata atau simulasi. Beberapa lama sebelum bubar, ada beberapa kelompok yang diminta menyajikan hasil kerjanya; fasilitator memberi komentar pada hal yang penting, lalu acarapun bubar.

Bincang-Bincang lain lagi. Namanya aja bincang-bincang, pasti yang terjadi adalah interaksi yang lebih intens antara pembicara utama dengan para hadirin. Sifat interaksi ini yang sangat ditekankan pada acara ini, dan dus tidak sama dengan seminar atau ceramah yang lebih banyak satu arahnya (baca: pembicara nggedabrus hampir sepanjang waktu). Pernah lihat talk show kan? Nah, yang seperti itu lah bincang-bincang itu.

Makanya kalau Anda mengundang banyak orang untuk hadir ke suatu acara, sebaiknya dipastikan dulu apa format acara itu: seminar? workshop? bincang-bincang? ceramah? Kalau mau menggelar acara yang menyajikan pembicara tunggal yang kemudian berbicara satu arah sepanjang waktu, ya sebutlah “ceramah”, jangan disebut “bincang-bincang”; kalau tidak, kasihan yang diundang, sudah jauh-jauh datang dari gubuknya mengharapkan akan berbincang-bincang, ternyata sampai di sana hanya mendapat hamburan ceramah satu arah dari seorang pembicara. Kalau niatnya mau menyajikan seminar, ya jangan pasang poster guedhee: “Hadirilah Workshop Kami Bla bla bla,” karena sekali lagi kasihan hadirinnya; pasti kecele mereka karena dari rumah sudah mengharapkan mau kerja praktek, eh jebulnya / tibaknya hanya diceramahi.

Begitulah. Semoga bermanfaat.

Posted in: Uncategorized