Punch Line yang Nonjok

Posted on May 21, 2013

0


Punch Line: Nonjok!

Suatu ketika saya nulis di wall fesbuk: “Makin tua kita harus makin rajin. Kalau kita dosen, makin tua kita harus makin rajin menulis”.

Beberapa spasi di bawahnya, saya tulis: “Nulis status maksudnya, ha ha ha!”

Atau adegan tadi malam. Saya berkata kepada si sulung dan si bungsu dengan nada dan air muka serius: ‘papa tidak mau besok pacarnya anak2nya papa merokok. Kalau mau jadi pacar anaknya papa, ndak boleh merokok.’

Diam sejenak. Hening. Kedua anak saya memandang ayahnya dengan tatapan patuh. Lalu saya teruskan: ‘soalnya, kalau mereka merokok, nanti mereka juga minta rokok sama papa. Hua ha haa!.

Kalimat-kalimat terakhir itu lah punch line dari status fesbuk dan nasehat saya yang seolah-olah sangat serius di awal tadi. Menjadi nonjok (punch) karena yang mendengar dan merasakan suasana agak khidmat di interaksi itu tidak akan menyangka bahwa saya akan meneruskannya dengan kalimat penutup yang nakal dan mbanyol itu.

Tapi kiat kayak gitu mah sudah lama dilakukan oleh pelawak-pelawak baik kacangan maupun tenar. Seninya adalah bagaimana menggiring suasana menjadi tegang atau serius, sebelum kemudian melontarkan ungkapan kalimat yang serasa menonjok perut para pemirsa atau pembaca sehingga mereka ketawa.

Ternyata tidak gampang kan menjadi pelawak? Harus kreatif dan cerdas dan mikir cepat.

Posted in: Uncategorized