Pemimpin Bagus dan Pemimpin Hebat

Posted on May 4, 2013

0


Pemimpin Bagus dan Pemimpin Hebat

Good leader creates followers. Great leader creates other leaders.

Itu yang saya tulis di tweet dan saya yakini. Pemimpin yg baik menciptakan pengikut. Dengan semakin banyaknya pengikut, dia makin mudah mencapai misinya.

Tapi seorang pemimpin tidak cukup hanya menciptakan pengikut. Pada tahap selanjutnya dia harus bisa mengkader anak buahnya untuk menjadi pemimpin masa depan yang akan menggantikan dirinya dan meneruskan perjuangan mencapai misi dan visi. Ini kadang-kadang lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Beberapa pemimpin secara sadar atau tidak ingin memegang jabatan itu selama-lamanya, dan kalau sudah demikian dia tidak akan mau bersusah payah menciptakan bibit bibit pemimpin dari anak buahnya.

Sebagai anak buah, saya suka pemimpin yang tahu betul talenta dan minat saya. Lebih hebat lagi kalau dia tahu kelemahan dan kekuatan saya. Dia mau membuka kesempatan bagi saya untuk berkiprah dan bermain di talenta saya. Namun, dia juga harus tidak ragu mengingatkan saya kalau saya terlalu asyik disitu dan melupakan ranah lain yang juga penting: ‘Pak, Anda sudah bagus dalam menulis dan mengajar, tapi ada aspek lain yang juga perlu kita perhatikan, Pak. Ini coba lihat keuangan kita agak kendor; banyak laporan yang belum masuk dan banyak klien yang masih nunggak. Ayo kita bersama-sama merapikan dan membereskan masalah yang juga vital ini.’.

Sebagai pemimpin, saya mulai bisa membaca dengan jelas kekuatan dan kelemahan mereka yang saya pimpin. Ada yang suka nggrundel, tapi kemampuannya bersosialisasi bagus. Ada yang suka menulis dan mengajar, kayak saya, tapi pengendaliannya terhadap unit kecil saja masih harus diingatkan. Ada yang pendiaaam sekali, tapi patuh dan disiplin mengerjakan tugasnya. Ada yang baiiiik banget, tapi lemah dalam pemikiran ilmiah dan menulis ilmiah. Ada yang kritis, energik, cepat dan tegas terhadap mahasiswa, gigih, dan cukup rajin presentasi dan meneliti. Nah, yang terakhir ini bisa dibilang bibit unggul. Orang seperti inilah yang nantinya saya kembangkan dan saya gadang-gadang menjadi pemimpin berikutnya, menggantikan saya yang mungkin sudah bosan, dibosani, atau ya karena sudah makin tua, atau karena dipanggil presiden jadi menteri. Naah, yang terakhir itu mah guyooon, ha ha haa!

Nah, kembali pada menciptakan pemimpin tadi. Ternyata ndak sepele kan ya mengembangkan pemimpin lain? Anda beruntung kalau dianugerahi staf seperti saya: ada yang kurang tapi ada yang juga unggul. Lha kalau ternyata banyak yang lemah gimana? Ya untuk gampangnya kita bikin timbangan saja. Kita timbang2 mana kelemahan yang masih bisa dikurangi dan bibit positifnya ditajamkan. Ketika sudah melepas jabatan itu, Anda juga tidak langsung cul-culan (lepas tangan) begitu saja, tapi menjadi mentor dan penasehat di balik sang pemimpin baru ini, sampai dia bisa menemukan sendiri kekuatannya untuk memimpin secara mandiri.

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized