Curhat Awal Mei

Posted on May 4, 2013

0


Curhat Awal Mei

Namanya aja curhat, bisa dipastikan yang keluar ya spontan banget.

Senin depan ini saya mesti ikut seleksi dosen berprestasi di Hotel Solaris di Singosari. Aduh maak, mualesnya saya ikut yang seperti ini. Pertama, jam 1 saya harus mengajar, dan saya sayang pol sama kelas yang saya ajar itu. Kedua, saya sudah benar2 ndak bergairah blas ikut seleksi macam begituan. Saya tidak punya prestasi apapun yang pantas diunggulkan. Saya hanya dosen biasa yang punya gairah dalam mengembangkan orang-orang muda yang telah dipercayakan kepada saya sebagai gurunya. Saya juga ndak pernah kepingin menyabet penghargaan apapun. Buat saya itu ndak penting. Haduuh, coba ndak mempertimbangkan perasaan rekan2 di DPM yang sudah bersusah payah mencalonkan saya sebagai kandidat, sungguh saya ndak akan berangkat.

Tapi barusan ini saya senang sampai senyum senyum sendiri. Ada mahasiswi memuji status status fesbuk saya yang katanya ‘sangat menginspirasi’. Wadaah….saya terpaksa mengaku kepada Anda sekalian bahwa saya bangga juga dibegitukan. Mahasiswi ini terkesan sekali dengan status saya tentang proposal berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Maka saya berikan email saya supaya dia bisa mengirim sampel proposalnya untuk saya koreksi bahasa Indonesianya. Senang bisa mengembangkan anak muda yang niat belajar seperti ini. Tuh, kan, saya digitukan aja udah senang, ndak perlu mencalonkan diri sebagai dosen berprestasi. I am after happiness, not popularity or reward. Happiness to me is developing others.

Nah, status fesbuk saya yang dia suka itu memang menyindir proposal yang bahasa Indonesianya payah. Kemarin Kamis saya menerima proposal kerja sama dengan sebuah lembaga kursus. Membaca pengantarnya saja saya sudah mulai malas karena banyaknya kalimat menggantung dan gagasan tak utuh. Itu semua disebabkan pemakaian tanda baca yang acakadut; mestinya titik malah koma, mestinya koma malah bablas terus sehingga ide intinya menjadi kabur ndak karuan. Hadeeeh….malaaas aku baca lebih lanjut. Proposal itu aku tutup begitu saja.

Buat aku tuh ya, kesan pertama ditunjukkan oleh kecermatan berbahasa. Bahasa yang rapi dan jelas menunjukkan pikiran yang jernih, tertata, dan ujung-ujungnya mencerminkan cara kerja yang juga enak diikuti. Bahasa menunjukkan bonafidnya suatu lembaga. Semakin baik bahasanya, semakin aku yakin bahwa orang2 di baliknya telah mengenyam pendidikan tinggi, serius, berkomitmen, dan tuntas dalam mengerjakan segala sesuatunya.

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized