Kepemimpinan Kreatif

Posted on April 20, 2013

0


Kepemimpinan Kreatif

Seorang pemimpin, menurut standar akreditasi Dikti, harus punya kepemimpinan organisonal, operasional dan publik. Yg terakhir ini artinya dikenal di khalayak luas sebagai figur terkemuka di bidangnya, menjalin kerja sama dengan pihak luar dan sebagainya. Menurut saya, itu bagus, tapi bukan prioritas utama. Prioritas utama adalah kepemimpinannya di lembaganya sendiri. Di mata saya, lebih baik kepemimpinan publik kendor tapi kepemimpinan dim taraf internal sangat prima, daripada terkenal di publik tapi di dalam lembaga sendiri amburadul.

Maksud saya, ya mbok coba melihat pada kenyataan gitu lah. Kepemimpinan publik hanya bisa digarap dan dibuat cemerlang kalau sumber daya manusia di internalnya sudah sangat cukup, semua prosedur sudah rapi tertata dan tereksekusi dengan baik tanpa konflik, dan kecepatan berkembang sudah konstan. Selama sumber daya manusia belum cukup, staf admin saja masih harus diupayakan pengadaannya dengan susah payah, wakil dekan atau bahkan dekannya sendiri hanya tinggal nama, sungguh kurang bijak seorang pemimpin memperjuangkan kepemimpinan publiknya.

Baiklah, itu sudah jelas. Sekarang apa pula itu kepemimpinan kreatif? Kreatif itu artinya “nyeleneh tapi positif’.” Memang sejauh yang saya tahu belum ada model seorang pemimpin yang kreatif, khususnya disini. Sayapun juga bukan pemimpin kreatif, tapi justru karena sadar hal itu, maka saya berbuat sesuatu sehingga daya kreatifitas di fakultas saya tidak mandeg atau bahkan mati.

Setelah relatif sukses melahirkan Forkomil tingkat fakultas, saya bergerak lagi menggagas Creative Arts Club. Klub ini khusus didirikan untuk menggali potensi dan mengasah talenta seni mahasiswa-mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni di Ma Chung. Lebih jauh, seni itu bukan sekedar seni, tapi seni yang ditambahi kreativitas. Lebih jauh lagi, ujung dari semua ini adalah pemberdayaan para mahasiswa untuk mencari penghasilan dengan menawarkan dan menjual karya kreatifnya. Detail selanjutnya tentang klub Creative Arts ini akan saya tulis di posting berikutnya.

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized