Nonton Film dengan Nikmat

Posted on March 24, 2013

0


Nonton Film

Untuk seorang penikmat film, nonton film pun ada aturannya. Ya, setidaknya buat saya, saya nggak bisa sembarangan nonton film. Baik filmnya maupun suasana nontonnya nggak bisa sembarangan.

Film itu menciptakan suasana tertentu. Nonton yang enak adalah nonton dengan suasana sekitar yang bisa menjaga mood atau warna rasa film tersebut. Kalau nonton film horor, akan sangat tidak ‘nikmat’ kalau nontonnya pas siang hari bolong, dengan suara anak2 tertawa tawa berlarian di sekitar saya, atau suara coleteh ibu-ibu PKK sedang arisan di ruang sebelah. Seseram apapun setannya pasti akan terasa hambar.

Paling menyebalkan itu nonton film dengan teman yang sibuk dengan gadgetnya kemudian ngomel ngomel sendiri perkara urusannya dengan teman chatnya. Mood yang seharusnya mengikuti mood film jadi ndak karu-karuan. Yang juga menyebalkan adalah teman nonton yang malah bicara soal lain ketika sedang enak2 nonton film. Lha wong sudah jelas2 sedang mengharu biru merasakan penderitaan sang aktor lha kok dianya malah ngomong soal pilkada atau politik. Hadeeeh…bikin malas. Kalau sudah begitu biasanya saya memilih salah satu: mematikan filmnya atau tidak merespon si teman tersebut. Lebih celaka lagi kalau nonton film sama orang yang sudah nonton film tersebut dan tidak bisa menjaga perasaan saya. Baru juga sedang tegang-tegangnya, dia sudah nyerocos mengatakan apa yang akan terjadi selanjutnya di film itu. Hadeeh…pingin rasanya kasih dia obat tidur, ha haah!

Teman nonton yang enak adalah yang tidak banyak bicara, sama-sama diam merasakan ketegangan, kelucuan, dan dinamika plot film yang sedang ditonton, dan hanya berkomentar seperlunya tentang kualitas sang pemain, atau ungkapan ngeri atau tegang ketika film sedang mencapai klimaksnya.

Teman nonton yang enak adalah seorang mantan murid ketika saya bekerja di luar kota dulu. Setelah tesisnya selesai, dia datang ke kantor bukan untuk konsultasi, tapi membawakan beberapa DVD film yang jadi favorit saya, lalu nobar (nonton bareng) di kantor yang sudah sepi setelah jam kerja. Saya ingat dia akan membuat dua gelas teh hangat, membuka sebungkus kentang goreng, kemudian duduk dengan tenangnya di kursinya menemani saya nonton film mulai awal sampai selesai. Tak sepatah katapun terucap dari mulutnya, karena dia juga sedang menikmati film tersebut. Satu satunya suara yang terdengar adalah ketawa ngakak kami kalau ada adegan yang lucu.

Begitulah, film-film sekarang bagus-bagus. Para seniman kreatif tidak pernah kehabisan ide kreatif untuk menghibur kita lewat besutan film-filmnya. Saya barusan nonton ‘the Flight’ yang dibintangi oleh Denzel Washington. Film yang bagus, menyentuh, menggugah, dan saya beruntung mempunyai teman yang enak untuk diajak nonton.

Sent from my iPad

Tagged: , ,
Posted in: Uncategorized