Kelasku Ngambek

Posted on March 21, 2013

0


Kelas General Linguistics menarik buat saya, karena dengan mengajar mata kuliah itu, saya juga belajar lebih banyak lagi tentang kebahasaan. Tapi saya harap kelas itu juga menarik untuk mahasiswa-mahasiswa saya yang angkatan 2011 itu. Nah, mungkin kelas ini beragam baik dari kemampuannya menyerap konsep-konsep baru itu maupun persepsinya terhadap cara mengajar saya. Minggu lalu saya memberikan Kuis Besar berupa take home exam. Setelah mereka mengumpulkan hasilnya, saya periksa dan saya postingkan di Facebook satu karya yang saya anggap sangat bagus. Karya mahasiswi itu saya anggap bagus karena ulasannya komprehensif, semua poin dikaitkan dengan pertanyaan utama, dan runtut, mudah dipahami. Note itu lantas saya terbitkan di facebook tapi tanpa nama, karena saya tidak ingin teman-temannya tahu kemudian merasa cemburu mengapa bukan karyanya yang dipajang. Juga, ini untuk mencegah yang bersangkutan tidak besar kepala.

 

Yang sweet adalah ketika si mahasiswi itu datang ke meja dosen selesai saya mengajar dan menyampaikan ucapan terima kasih karena “Bapak sudah menghargai jerih payah saya menyusun jawaban tes take home itu”.

Nah, yang juga menarik adalah pagi tadi ketika kelas itu dimulai, ternyata sebagian besar mahasiswa absen. Hanya beberapa gelintir yang masuk, termasuk si empunya kerjaan excellent tadi itu. Saya jadi mikir kenapa ya? Belum pernah kelas saya ditinggal mahasiswa sampai sebegitu banyaknya. Apakah mereka ngambek karena saya mempostingkan pekerjaan salah satu temannya? Ataukah mereka menganggap kuliah itu sangat sulit? Kalau ternyata sangat sulit dan malah ditanggapi dengan tidak masuk, ya akan bertambah banyak kesulitannya.

 

Jadi hari ini untuk pertama kalinya dalam sejarah saya mendapati kelas saya ngambek.

“Mbeeek . . . mbeeeek . . . “

 

 

Posted in: Uncategorized