Gaya Belajar Masa Depan

Posted on March 12, 2013

0


Sejauh itu menyangkut pembelajaran, sudah saya katakan saya sudah kurang tertarik pada masa kini. Alih-alih mempelajari sesuatu yang ada saat ini, saya lebih suka mencermati gaya hidup dan gaya pikir anak muda jaman sekarang untuk meramalkan atau bahkan ikut membentuk bagaimana mereka menjalani masa depannya kelak.

Salah satu yang saya baca pagi tadi adalah cara belajar generasi Internet ini ( disebut juga Netizens, Generasi Z, digital natives). Mereka punya dua ciri yang menonjol.

Pertama, mereka cenderung berpikir ‘apa pentingnya suatu pelajaran atau mata kuliah ini buat minat pribadiku?’. Tersirat disini adalah kemungkinan bahwa mereka tidak tertarik pada suatu ilmu yang menurut mereka tidak ada dampak langsungnya terhadap minat atau aspirasi mereka. Maka tidak heran mata pelajaran sejarah, kewarganegaraan, agama, dan bahasa daerah menjadi tidak populer di mata mereka. Sebaliknya, pelajaran komputer, entrepreneurship, creative writing, bahasa asing, seni akting, akuntansi, atau desain visual menjadi primadona.

Kedua, mereka suka pada konsep ‘customized’: teknologi harus mampu memenuhi keinginan mereka dan menyesuaikan dengan gaya belajar dan kondisi mereka, dan tidak sebaliknya. Mereka ogah kalau harus menyesuaikan diri dengan teknologi. “Teknologi itu dirancang untuk melayani kami, apapun selera kami, dan bukan kami yang harus mengikuti persyaratan atau batasan2 teknologi”, demikian mungkin ungkapan mereka.

Maka pembelajaran di masa depan sebaiknya memang memberi ruang jauh lebih leluasa buat mereka untuk menambah ilmu dan ketrampilannya sesuai dengan selera mereka sendiri. Contoh ekstremnya, seorang murid introvert bisa diberi akses khusus ke sumber2 informasi dan perangkat latihannya tanpa harus banyak berinteraksi dengan manusia lain, sementara mereka yang lebih ekstrovert bisa diberi akses ke arah sesi diskusi atau kumpul-kumpul.

Itu sekilas impian masa depan. Tapi yang membuat saya juga terkesan dari bacaan saya tadi pagi adalah bahwa para Gen Z ini sangat menyukai dosen yang antusias terhadap bidang ilmu yang diajarkannya, tahu banyak tentang bidang itu, dan tahu bagaimana menggugah rasa ingin tahu sang murid sehingga mereka tergerak untuk belajar sendiri.

Keren.

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized