Batik Seragam Fakultas

Posted on March 1, 2013

0


PATBATIKFAK

Ini adalah gambar saya memakai baju batik yang sudah dijadikan seragam resmi Fakultas Bahasa dan Seni sejak pertengahan tahun 2012. Ini pilihan Wakil Dekan saya. Dibeli dengan harga sangat terjangkau, batik itu setengahnya wajib dipakai setiap hari Jumat.

Saya tidak terlalu yakin bagaimana reaksi orang-orang sekitar saya. Yang jelas istri dan anak2 saya tidak begitu mengapresiasi baju ini. “Jadi seperti orang pribumi bener,” komentar yang sulung. Entah apa pula maksudnya. Istri saya juga berpendapat senada. Seolah tahu, tiba-tiba kancing baju itu lepas satu. Ah, sial.

Tapi pagi ini saya mendapati reaksi-reaksi yang berbeda. Yang pertama, ketika saya masuk kelas, ada beberapa mahasiswi sedang mengobrol di sudut kelas. Begitu melihat baju saya, mereka kedengaran berbisik-bisik ngerasani. Lalu saya dengar salah seorang di antaranya berkata dengan suara agak keras: “No comment, deh!”.

Setelah selesai mengajar kelas itu, seorang mahasisiwi lain mendekat. Setelah bertanya tentang sesuatu hal dan saya jelaskan, dia memandang baju saya dan tanpa ragu mengatakan: “Sir, you look great in that new batik!”. Langsung temannya menyahut: “Wiih, kamu ini kok blak-blak an sekali sehh??”

Saya tertawa dan mengucapkan terima kasih kepada dia. Lalu saya turun, makan siang, dan bikin kopi di pantry. Di sana ada seorang lao shi sedang asyik mengupas buah. Begitu melihat saya, dia berseru: “Sir! Baju batik itu bagus sekali”, dengan bahasa Indonesia yang masih agak terpatah-patah.

Saya tertawa dan balik memuji rok panjang yang sedang dikenakannya, yang ternyata juga kain bercorak batik.

Jadi kesimpulannya saya tetap belum yakin apakah baju itu bagus sungguhan atau tidak.

Posted in: Uncategorized