Pamer

Posted on February 23, 2013

0


Pamer

Syukurlah ada fesbuk, twitter dan BBM. Berkat semua teknologi itu, nafsu manusia untuk pamer terpuaskan tanpa harus takut melihat cibiran orang lain. Soalnya, di jaman dulu, manusia hanya bisa pamer di ruang publik dan harus siap-siap menerima cibiran orang lain. Yang lebih menyakitkan adalah manusia lain yang pura-pura cuek bebek dengan apa yang dipamerkan. Bayangkan, kita datang ke suatu gathering dengan gaya rambut baru yang harganya di salon terhitung fantastis. Nah, karena sebal melihatnya, tak seorangpun manusia yang kita temui di gathering itu kelihatan terkesan dengan penampilan itu. Tak ada satu pun kalimat pujian atau decak kekaguman. Sakit kan? Yo salahe dewe pamer.

Setelah ada gadget, maka orang pun bebas memamerkan kelebihannya melalui status atau tweet. ‘Sedang mau beli Mercedes’, atau ‘lagi menikmati kelas bisnis di Airbus terbaru’, atau foto2 sedang berada di luar negeri, sedang main golf, sedang makan di restoran mahal, adalah cara2 untuk pamer. Masih banyak lagi seribu cara untuk memamerkan prestasi atau kekayaan materi.

Kenapa manusia suka pamer? Ya karena sejatinya mereka minder. Karena merasa dirinya kecil atau tidak terpandang, maka begitu ada kesempatan untuk pamer, walaupun sekejap saja, mereka pakai kesempatan itu untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu beli barang mahal atau pergi ke luar negeri.

Saya dulu juga agak gitu, kok. Tapi makin tua dan makin sadar betapa fananya hidup ini, saya pelan2 berubah. Dulu di bawah profil pic saya di FB, ada tulisan :’Dekan Fakultas Bahasa dan Seni’. Tulisan itu sudah saya ganti menjadi ‘staf pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni Ma Chung’. Kalau saya naik mobil istri saya yang jelas lebih mahal daripada mobil Livina saya sendiri, maka saya usahakan ngebut sehingga sampai di kantor paling pagi sehingga tidak banyak manusia lain yg melihat saya datang dengan mobil itu. Pulangnya, saya tunggu sampai agak sepi dan saya pun geblas lagi melesat keluar dari kantor dengan mobil itu.

BBM OFF. Fly.

Wow, batin saya, ya deh, tahu kok saya orang ini suka bepergian ke luar negeri pakai pesawat. Ya sudah lah, ndak usah dianggap, namanya juga orang minder.

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized