Sarasehan UMC 2013: Going the Extra Mile

Posted on January 6, 2013

2


Sarasehan UMC 2013: Going the Extra Mile

Slogan yang bagus adalah yang diciptakan sesuai dengan kondisi aktual dan tantangan yang dirasakan bersama-sama, plus tujuan yang diresapi sebagai tujuan bersama.

Kalau slogan Sarasehan tahun 2013 adalah going the extra mile, ok, kita lakukan itu bersama-sama. Ya, ok, itu bisa berarti pencapaian menjadi guru besar untuk satu orang. Itu bagus, tapi itu personal. Yang sama pentingnya adalah extra milenya lembaga.

Fakultas saya sih sudah setengah mile, kurang sedikit lagi. Tahun ini akan menjadi tahun gemilang utk Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin karena menerima restu resmi dari pemerintah.

Untuk Fakultas yang lain, ada 3 prodi baru lagi yang akan menjadi ekxtra milenya. Fine. Good luck with your efforts.

Tahun ini juga rencananya mau mengoperasionalkan Research and Development Center. Ok, bagus, kita perjuangkan bersama-sama. Tapi ingat, yang ada di R and D itu bukan cuma satu bidang ilmu alam lho ya? Ada puslit budaya China dan Teknologi Informasi juga lho. Jangan sampai hanya ada satu yang dianakemaskan sementara dua yang lain ditinggal-tinggal.

Maka saya tweet: ‘going the extra mile and make sure no one is left behind’. Semua juga akan merasa ndak suka kalau ternyata semua perhatian dan sebagian besar dana dilimpahkan hanya untuk satu proyek tertentu dan meninggalkan kepentingan fakultas dan prodi atau unit. Ini universitas, kawan, bukan sekedar pusat penelitian.

Seorang kaprodi membisikkan kepada saya waktu acara dengar pendapat: ‘Pak, going the extra mile with limited funding bisa nggak?’. Saya tersenyum dan menggeleng. Ya jelas sulit.

Ya, sementara slogan itu bergaung2 di tengah lautan pantai Kodok di Lamongan itu, semua dari kami juga sangat mengetahui bahwa pengetatan dana membuat motivasi untuk going the extra mile menjadi agak lemas.

Tidak ada pertanyaan ketika dengar pendapat. Buat saya itu mengerikan: itu pertanda banyak yang sudah apatis.

Sarasehan memang acara untuk fun saja. Yang serius ntar aja dipikirin. Masalahnya yang serius itu menyangkut masa depan dan harkat hidup orang banyak jadi ya mesti dipikirin. Gimana caranya mengajak semua berpikir untuk kepentingan bersama, meredam bibit gejolak dan kesalahpahaman karena miskomunikasi, ya itu tugasnya siapapun yang sedang dipercaya menjadi pemimpin.

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized