Curcol Akhir 2012

Posted on December 30, 2012

0


Di stats wordpress ada kata2 yang mengantar pembacanya ke blog ini: ‘bolehkah pemuda pribumi pacaran sama gadis chinese?’ Oh, orang yang malang. Pertama karena kata2 yang dia ketikkan di Google itu pasti akan mengantarnya ke machungaiwo ini; kedua karena dia akan tahu bahwa jawaban dari pertanyaan itu adalah :’tidak boleh’.

Kalau ada dua hal yang tidak akan pernah mati ya itu: satu Tuhan, kedua adalah rasisme. Bagus bahwa orang2 Eropa sudah sangat anti terhadap rasisme, sampai John Terry dari kesebelasan nasional Inggris pun terancam hukuman karena mengeluarkan kata2 rasis ke pemain lain. Tapi sejatinya rasisme tidak pernah akan mati. Selalu akan ada prasangka terhadap kelompok ras lain, selalu akan ada pembicaraan hangat di tenagh2 keluarga besar tentang ras lain, selalu akan ada nasihat: ‘jangan kawin sama huana’ atau ‘ngapain kamu kerja sama cina?’.

Diam2 saya menaruh harapan besar pada lembaga dimana sekarang saya bekerja. Ma Chung ini namanya aja berbau Chinese, tapi dalamnya plural. Semoga ke depannya juga begitu. Anak2 disini sebagian besar juga sudah bisa bergaul dengan etnis dan ras lain secara relatif baik. Generasi Y dan Z memang sudah seharusnya terbiasa bekerja dalam iklim plural seperti ini. Apakah itu berarti semua sudah mampu mengenyahkan sikap rasis? Ya ndak lah, pasti masih saja ada beberapa gelintir anak muda yang memang rasis ndak ketulungan. Ya semoga aja mereka ini cepat mati.

Terharu rasanya melihat orang2 tua yang semuanya keturunan Chinese menyanyikan lagu2 daerah dan lagu Indonesia dalam acara pembukaan Chinese Cultural Festival beberapa bulan yg lalu. Salut! Mata boleh sipit, kulit boleh kuning, nama boleh masih Chinese, tapi mereka orang Indonesia, kawan2.

Ah, bosan ngomongin ras. Dari dulu juga sudah begitu, sedikit lebih baik di era millenium ini, ke depannya semoga makin hilang, tapi yg jelas tidak akan pernah mati.

Yang satu ini tau2 jadi follower tweet saya, namanya berbau klinik. Setelah saya follow, hampir semua tweetnya nyambung ke fesbuknya tentang kesehatan. Satu dua advis masih oke, tapi tau2 ada yang begini: ‘meremas payudara mencegah kanker’. Haaa? Penasaran, saya ikuti linknya. Ternyata isinya adalah penjelasan tentang suatu studi di Jerman tentang perawatan tertentu thdp buah dada. Ndak ada disitu penjelasan tentang remas-meremas organ indah itu. Waaah,….taktiknya kasar ini: mentweetkan sesuatu yang bombastis dan erotis supaya orang tertarik untuk mengikutinya.

Pola yang sama dia ulang lagi di tweet yg lain. Kali ini: ‘tidur telanjang ternyata menyehatkan.’. Saya ikuti lagi linknya; ternyata sama saja. Ada beberapa butir argumen yang intinya menegaskan bahwa tidur telanjang adalah sehat. Tapi konyolnya argumen itu disajikan tanpa bukti empiris atau kasus nyata atau bukti pendukung lain. Cuma bilang gini: ‘dengan tidur telanjang, tubuh Anda akan lebih sehat dan bugar’. Lho la iyaaa, sehat dan bugarnya itu lho kenapaaa?? Ah, konyol dah.

Tweeter ya gitu itu ternyata. Kalau ndak diprotect, orang lain bebas mengikuti dan tahu2 sudah menjejali mata dengan iklan atau provokasi atau proklamasi tentang orientasi seksual (homo, maksud saya). Lha ini, ketika ngecek barusan ada lagi yang tau2 sudah follow. Sekarang kayaknya penjual jam tangan. Dia menawari saya jam tangan yang kualitas bagus tapi murah. Yaaah, kalau yg kayak gini sih saya udah biasa. Coba ada yang nawari barang yang jelek tapi muahaaal lha itu baru saya akan tertarik untuk mengklik link iklannya.

Bwa ha haaa!

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized