Menyanyi

Posted on December 26, 2012

0


Menyanyi

Saya tidak suka menyanyi. Kenapa? Karena saya tidak bisa menyanyi. Semua di keluarga saya juga tahu betapa parahnya saya kalau menyanyi. Saya sendiri sadar kok suara dan kualitas vokal saya jelek sekali. Putri saya yang sulung pernah menggerutu ketika di mobil saya mencoba menyanyi mengikuti alunan musik. ‘Kalau papa menyanyi,’ demikian katanya. ‘Kambing2 yang sedang merumput di tengah lapangan itu pasti langsung jatuh dan mati.” Sialan dah.

Terakhir kali saya menyanyi di depan umum adalah ketika masih kelas 2 SMA dalam paduan suara kelas. Saya menyanyi bersama tiga orang teman di seksi bass. Memang kata orang suara saya cocok untuk di bagian bass. Ya enggak tahu lagi sih. Saya buta ilmu musik. Ketika ada pelajaran musik di sekolah, saya diuji di depan gurunya, disuruh menyebutkan nama nada dan embuh apa lagi itu. Saya jawab ngawur abiss karena memang tidak paham blas, sampai gurunya geleng2 kepala sambil menghela nafas panjang.

Oh, ya, paduan suara kami itu akhirnya menjadi juara dua dalam lomba koor antar kelas. Lumayan lah.

Saya rasa orang yg menyanyi di karaoke itu adalah orang yang sangat pede, kalau ndak terlalu pede. Nyanyian mereka . . . .j – j – j jeleeeeeek, terus terang aja, tapi mereka selalu bernyanyi dengan semangat dan merasa suaranya buuaguss dan semua orang sedang mengaguminya. Hadeeeh!

Waktu studi di New Zealand, saya terkesan sekali dengan koor di gereja. Mereka menyanyi dengan luar biasa sampai gereja yang besar itu terasa bergetar saking syahdu dan bagusnya suara mereka. Di dormitory, anak2 bule menampilkan paduan suara dan aaaooooww, bagus sekali nyanyiannya. Saya pikir, mungkin karena volume paru2 mereka yang besar kualitas vokal mereka jadi benar2 prima. Nyanyiannya bisa terdengar sangat berenergi, nada yang diambil sangat mantap dan tidak goyah ketika sudah merambah nada2 tinggi.

Saya lebih suka mendengarkan penyanyi kulit hitam atau pria daripada wanita kulit putih atau Asia. Wanita Asia suaranya cenderung melengking sampai sakit telinga saya. Maka Taylor Swift dan Avril Lavigne bukan idola saya karena suara mereka terlalu melengking buat saya, kaiiing….kaiiiing!

Tina Turner tuh lho uenak suaranya. Berat , agak serak dan gagah. Coba dengarkan dia melantunkan ‘Simply the Best’. Apalagi lagu itu mengiringi video klipnya Ayrton Senna yg memang pembalap terbaik di muka bumi. Menggetarkan!

Ariel Noah itu menyanyi sambil nggeremeng. Kata teman saya, dia heran kualitas suara kayak gitu kok bisa ngetop.

Dulu beberapa mahasiswa saya menyanyi acapella (tanpa iringan alat musik). Bagus sekali. Pinter mereka membuat kombinasi vokalnya. Mantan mentee saya yang sekarang sudah ndak ketahuan nasibnya itu juga ternyata pintar menyanyi. Waktu studi tour di Yogya dia membuat saya terpesona dengan nyanyiannya berjudul ‘Linger’ dari the Cranberries.

Ok, ambil suara. ‘Iiiin….’

Indonesia, tanah airku, tanah tumpah darahku

Disanalah aku menyanyi . . . .

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized