George Harrison dan Hidupnya

Posted on December 24, 2012

0


George Harrison dan Hidupnya

George Harrison adalah mantan anggota the Beatles yang punya cara pandang yang inspiratif. Inti dari sikap hidupnya adalah ini: kita hidup hanya sementara, dus apapun yang kita miliki di dunia ini sejatinya bukan milik kita, karena toh pada suatu saat kita akan meninggalkannya.

Menyimak ucapan2nya membuat saya makin sadar bahwa sejatinya kita ini adalah jiwa kekal yg ‘terperangkap’ dalam daging yang terbatas oleh ruang dan waktu. Beberapa kali dalam wawancara dengan wartawan, dia selalu menekankan kerinduannya akan Tuhan, sesuatu yang maha besar yang jauh di luar jangkauan pikiran manusia. Saya mendengarkan lagunya yang berjudul ‘My Sweet Lord’. Ah, intronya itu ternyata sudah sering saya dengar sejak masih anak2 dulu ketika mendengarkan bapak saya menyetel kaset The Beatles. Lagu itu menggambarkan dengan jelas sekali kerinduannya untuk bertemu dengan Sang Pencipta.

Eric Clapton, sesama musisi besar di era enam puluh dan tujuh puluhan, adalah sahabat karibnya. Celaka, si Eric ini ternyata jatuh cinta sama istrinya George. Ketika mereka makin sering ketemu dan tampaknya juga saling menyukai, si Eric nekad terus terang sama George bahwa dia kayaknya ada ehem2 dengan istrinya. George, demikian Eric bercerita, awalnya agak gusar. ‘Setan lu, bini gua mau lu embat’, demikian mungkin gerutuan si George. Tapi akhirnya George mengatakan: ‘ok, kalau memang istriku senang sama kamu, ya sana, ambil aja.’.

George akhirnya bercerai baik2 dengan sang istri yg kasmaran sama sahabatnya itu. Dalam introspeksinya, Eric Clapton mengatakan bahwa sikap George itu mungkin dilandasi oleh prinsip hidupnya bahwa sebenarnya apa yg dia punyai di alam fana ini bukan miliknya, jadi tidak ada gunanya mempertahankannya erat2.

‘Anda hanya bisa kehilangan apapun yang Anda miliki’, demikian petuah bijak yang pasti ndak akan masuk akal kita yang masih ‘sehat’ tapi ‘belum waras’ ini.

Ketika ditanya wartawan, apa yang membuatnya bertahan hidup setelah dia sempat sakit parah, George menjawab setelah berpikir agak lama: ‘ Mungkin alasan saya mau hidup sedikit lebih lama adalah karena saya punya anak yg harus dihidupi. Tapi, selain daripada itu, saya tidak melihat alasan kenapa saya harus hidup lebih lama lagi.’

Suatu ketika ada perampok menerobos rumahnya dan menusuknya dengan belati. Untung dia selamat. Peristiwa itu malah membuatnya semakin yakin bahwa dunia ini bukan miliknya, semua rumah dan harta berlimpah itu ya suatu ketika akan lenyap, atau dia harus meninggalkannya.

Ketika John Lennon tewas ditembak, George mengatakan bahwa yang membuatnya sangat sedih adalah bahwa John tidak diberi kesempatan untuk meninggalkan tubuhnya dengan damai.

George Harrison, mantan the Beatles yang pandangan hidupnya adalah ‘be in the world, but not of the world’ itu akhirnya berpulang dengan tenang di kediamannya setelah menderita kanker.

Catatan: be in the world = berada di dunia, terlibat dengan segala urusan duniawi.

Be of the world= terikat dengan segala hal yang duniawi yang tidak kekal ini. Terikat pada nafsu, kekayaan, popularitas, dsb.

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized