Jebol

Posted on December 18, 2012

0


Memang aneh kok orang-orang ini. Blog ini nyaris saya tinggalkan karena dari hari ke hari pembacanya turun terus. Saya pikir, lha lapa nulis kalau gak ada yang baca, apalagi komen? Saya ganti ke fesbuk; eh, lumayan laris! Maka semakin ketlarak-tlarak lah blog yang dulu cukup laris ini.

Eh, suatu ketika iseng2 saya baca statsnya, saya kaget: pembacanya membanjir lagi, rata-rata belasan per hari, bahkan ada yang sampai seratus lebih hanya dalam satu hari. Makanya, saya bilang juga apa? Pembaca yang aneh . . .

Banyak ocehan saya yang sebenarnya bisa terekam di blog ini, tapi sudah kadung terluncurkan di dinding fesbuk saya. Saya ndak tau bagaimana reaksi pembaca blog ini, bagaimana reaksi pembaca wall saya di FB. Mungkin mereka sebal, mungkin mereka ngomel karena setiap pagi fesbuknya dipenuhi grenengan saya, mungkin juga suka karena saya punya banyak ide dan omongan usil tapi inspirasional yang saya tuangkan ke fesbuk.

Twitter sama sunyinya dengan blog ini. Nyaris tidak ada interaksi; akibatnya saya lebih serampangan dan ngawur kalau posting di twitter, karena saya merasa ndak ada yang baca. Lain kalau di fesbuk; makin lama friends saya makin banyak, dan beberapa di antaranya adalah figur senior atau respectable yang pasti langsung njungkel dari kursinya kalau membaca ocehan saya di wall. Daripada membuat mereka kaget, kicauan saya di fesbuk pun terasa lebih teratur, alim dan sopan, walaupun ya kadang-kadang terkesan jahil dan bangsat juga sih. . . . Seperti tadi pagi, mahasiswi saya yang semester satu nulis di wallnya: “Aku siap! Aku siap!”, langsung saya komen dalam bhs Jawa ngoko: “Sek, aku durung. Jek tas sarapan, durung adus, ha ha haa!”. Mungkin dia kuaget di ujung sana menerima komen kayak gitu dari dosen paling disegani di prodinya. Langsung dia tulis: “Ya Allah, Pak!”.

Ini posting saya yang pertama setelah sekian bulan absen dari blog ini. Ya gini ini, kalau mendadak pingin nulis ya nulis aja; begitu di tengah-tengah tiba-tiba kehilangan serbuan berahi, ya sudah, berhenti nulis. . . . entar aja saya teruskan.

Posted in: Uncategorized