Mentolol-Tololkan Diri di Sarasehan

Posted on October 8, 2012

5


Sarasehan sudah dekat seiring waktu yang melesat. Sarasehan—yang saya plesetkan menjadi “sengsara sambil lesehan” – akan diadakan lagi awal Januari 2013. Sarasehan makin lama makin canggih, jauh lebih bermutu dan lebih fun daripada sarasehan “salah kedaden” tahun 2009 yang saya pimpin dulu di Talita Kum (karena saya terlalu serius). Nmaun tetap saja saya ada sesuatu yang mengganjal di hati ini. Atasan saya, salah seorang top eksekutif di lembaga ini, mewakili perasaan saya itu ketika dia mengemukakan pendapatnya tentang sarasehan: “Saya tidak suka acara game yang mentolol-tololkan diri sendiri”. Saya sampai mau mati kaku karena ketawa mendengarnya.

“Mentolol-tololkan diri sendiri”. Ha ha haaa! Jiambu, lucu benar di telinga saya. Tapi memang benar. Kalau Anda sudah berusia 40 tahun ke atas dan memegang jabatan yang bukan ecek-ecek di kampus ini, Anda bisa merasakan kegalauannya itu. Saya pun terus terang tidak suka acara game yang membuat saya jadi kelihatan kayak orang dungu.

Lha tenan lho, coba bayangkan waktu di Kampung Lumbung, Januari 2012, salah satu acara sarasehan adalah main tangkas menghitung dalam kelompok. Siapa yang salah dihukum dengan cara menyuruhnya berdiri di tengah, terus menggoyang2kan pantat dan pinggulnya menuruti irama dangdut. Saya setengah tak percaya memandang trainer yang sedang mengucapkan peraturan itu: coba kalau saya yang kena hukuman, apa mereka nggak sungkan menyuruh seorang profesor botak, dekan pula, rektor terpilih yang tidak dimaui, bergoyang dangdut kayak gitu di depan mereka? Kok ya untung saya cukup tangkas sehingga terhindar dari hukuman tolol itu.

Mungkin itu yang membuat saya selalu setengah hati mengikuti sarasehan, walaupun pada akhirnya toh saya bisa ngakak-ngakak. Tapi memang tidak ada yang lebih menyenangkan daripada kumpul2 sambil ngerokok, minum kopi dan guyon yang kosro-kosro dengan beberapa kolega.

“Mentolol-tololkan diri”. Hua ha haaa! Gak bisa berhenti ketawa saya setiap kali teringat ucapan itu. Saya bertekad tidak akan mau ikut satu acara game pun di sarasehan 2013.

Posted in: Uncategorized