Asuransi

Posted on August 25, 2012

0


Asuransi

Hari ini mestinya hari bersejarah buat saya. Hampir sepuluh tahun saya membayar premi asuransi jiwa, dan tanpa terasa kemarin itu adalah kali terakhir saya membayarnya. Sepuluh tahun. Dua kali membayar dalam setahun dengan jumlah rupiah yang nyaris bisa ditukarkan dengan laptop low-end. Sudah sangat pantas kalau hal pertama yang saya lakukan adalah mengucap syukur kepada Yesus atas rejeki yang tak pernah kurang buat saya.

Sekarang saya terlindungi asuransi sampai saya meninggal karena sebab yang wajar (bukan bunuh diri maksudnya). Maksud saya, yang terlindungi adalah istri dan anak-anak saya tentunya. Saya nanar menatap jumlah uang pertanggungan itu. Amit-amit pasti tidak ada yang mengharapkan dapat uang itu, karena itu sama saja mengharapkan saya mati.

Teringat kembali momen sepuluh tahun yang lalu yang menghantarkan saya pada keputusan mengambil asuransi jiwa. Ternyata istri sayalah yg paling berjasa dalam hal ini. Saya tuh orangnya cenderung kurang peduli hal begituan, padahal sebagai pencari nafkah utama dan waktu itu masih kerja pulang pergi Malang Surabaya, mestinya hal itu mutlak perlu. Untung Tuhan memberi saya pasangan hidup yang cenderung cerewet dan ngotot kalau soal itu, sehingga buah manisnya ya terasa saat ini…..

Sampai sekarang pun, ada yang namanya ‘tabungan paksaan’ di rekening saya. Nggak tahu tuh, dia aja yang ngatur sehingga setiap kali terima gaji, langsung kepotong sekian ratus ribu rupiah utk tabungan. Tabungan itu baru bisa diambil sepuluh tahun semenjak tiga tahun yang lalu. Untuk apa? Ya pasti ada gunanya lah, mau nyekolahin anak, beli emas, atau apapun. Prinsip dia: nabung harus dipaksa, kalau enggak pasti tergoda untuk jadi konsumtif. Ya pinter juga tuh Bank Niaga punya skema paksaan itu; bayangkan, langsung motong sebelum duit itu jatuh ke tangan saya. Jadi pasti nabungnya wis, ga bakal duit itu nyeleweng dari tangan saya untuk dibelikan rokok.

Kata orang, pemilik polis asuransi banyak yang berumur panjang dan sehat. Kenapa? Ya karena semua agen asuransinya mendoakan dia begitu. Kalau dia sampai jatuh sakit atau meninggal, kan mereka harus bayar uang pertanggungannya. Jadi sangat logis bahwa dia pasti sehat dan berumur panjang.

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized