Yang Malas, Yang Pemarah, dan Yang Ajaib

Posted on August 15, 2012

2


Bagaimana caranya melihat apakah seorang karyawan atau rekan sekerja berbakat untuk menjadi pemimpin?

Gampang. Beri saja mereka tugas atau pekerjaan. Nanti langsung kelihatan kok apakah dia mampu menggantikan Anda menjadi pemimpin atau nasibnya cukup menjadi “pimpinan” saja (pimpinan = bawahan = yang dibawahi = yang dipimpin).
Kalau diberi tugas, ada tipe-tipe kayak gini nih:

Sloth. Tau sloth? Ini sejenis binatang unik setengah monyet setengah demit yang hidup di benua Amerika, dan gerakannya lambaaat banget. Udah gitu matanya ngantuk. Jadi kesannya ndak gesit blas dan males. Orang tipe ini kalau dikasih kerjaan akan menerima dengan manggut-manggut, kayak yang patuh dan ngerti gitu. Tapi beberapa lama setelah itu, ternyata hasilnya ndak kunjung nongol juga. Ketika kita sebagai atasannya mengeceknya, barulah dia dengan terbungkuk-bungkuk memohon maaf dan mengajukan seribu alasan kenapa pekerjaan itu belum sempat juga dikerjakannya. Herannya, dengan sikap dan gaya bicaranya yang penuh keramahan dan kerendahhatian, biasanya kita akan terbius dan ndak jadi menegur dia. Memang biasanya orang-orang kayak gini sangat ramah dan hangat, tapi kalau udah soal ketangkasan dan keseriusan menyelesaikan tugas, ya kayak sloth tadi itu.

Spitfire. Tau Spitfire? Itu adalah pesawat terbang buatan Inggris di jaman Perang Dunia II. Arti kata itu sendiri adalah: “pemarah”. Nah, tipe spitifire ini kebalikannya dengan tipe sloth: kalau dikasih tugas, mukanya langsung keruh, bahkan kadang-kadang nggerundel dan protes. Tapi setelah itu dia akan balik kanan dan langsung menghajar tugas itu habis-habisan dengan kecepatan mengagumkan. Kita belum sempat ngecek pun, ternyata dia udah nongol lagi dan melaporkan hasilnya. Mungkin hasil pekerjaannya masih perlu koreksi sedikit disana-sini, tapi karena tipenya yang cepat itu, maka sebelum tenggat datang, umumnya orang spitifire ini sudah bisa menyerahkan hasilnya, dan kualitasnya pun lumayan bagus.

Jadi memang pas julukan spitifire itu: pemarah, tapi cepat. Pesawat Inggris itu juga begitu: dia marah besar kalau melihat pesawat Jerman melintas, lalu dia akan terbang dan mengejar pesawat lawan itu dan dengan cepat menembaknya jatuh.

Harry Potter. Nah, ini tipe yang langka. Dia ini setengahnya bergaya santai , sehingga kalau dikasih tugas, dia tidak akan secepat sang spitifire. Kadang-kadang, karena santainya, tugasnya masih banyak padahal sudah mendekati deadline. Sebagai atasannya, kita sudah mulai pasang tampang tegang setiap kali mengeceknya, karena kemajuannya ternyata masih sedikit. Kita sudah membayangkan pasti dia gagal. Eh, ternyata ketika deadline tiba, kita dibuat tercengang karena dia sudah melaporkan hasilnya, dan kualitasnya juga cukup bagus.

Nah, kadang saya tak habis pikir bagaimana dia bisa menyelesaikan semua itu dalam waktu yang relatif singkat. Makanya saya namai tipe ini Harry Potter, karena dia seolah-olah punya tongkat sihir yang sim sala bim, langsung membuat semua kerjaannya beres. Kuncinya mungkin terletak pada kemampuannya melecut diri mendekati menit-menit terakhir. Ini orang yang justru akan melesat ketika tahu dirinya didesak deadline. The last minute person, istilahnya.

Nah, jadi dari ketiga tipe itu, mana yang paling berbakat jadi pemimpin? Sloth jelas ndak bisa, karena pemimpin tipe ini akan membuat fakultasnya menjadi sangat ramah dan hangat kepada semua orang, tapi prestasinya minim karena hampir semua agenda pekerjaan tidak tercapai. Harry Potter? Yah, ini sih sebenarnya bagus, tapi saya ngeri dengan pendekatan menit-menit terakhir seperti ini. Iya kalau semua unit pendukungnya lancar? Lha kalau koneksi Internetnya mati suri kayak di kampus ini, gimana coba? Bisa berantakan semua agenda.

Jadi tinggal tipe spitifire. Ya, ini nampaknya pilihan yang paling masuk akal. Sekalipun agak temperamental, tapi kecepatannya menghajar pekerjaan bisa diandalkan untuk menghadapi jaman yang makin dinamis dan berubah makin cepat. Horee! Ayo kita nobatkan spitifire sebagai sang pemimpin, sementara sloth dan Harry Potter cukup menjadi “pimpinan” saja.

Catatan: semua tipe itu berdasarkan pengalaman nyata menjadi dekan selama satu setengah tahun terakhir ini.

O, ya, bai de wei, menurut atasan saya, saya adalah tipe spitifire . . . ihik . . . 

Posted in: Uncategorized