Facebook Terkutuk?

Posted on July 23, 2012

0


Facebook Terkutuk?

Sekali lagi komentar itu disampaikan tentang aktivitas saya di FB: ‘Anda itu terlalu aktif di FB. Kesannya jadi agak kurang baik.’

Dan, sama seperti dulu, melongolah saya dengan seganap akal budi dan pikiran. Tak henti benak ini berpikir: terus apa salahnya? Kalau memang saya aktif ngupdate status di FB, dimana salahnya?

Setelah saya pikir-pikir, ada tiga alasan utama mengapa seorang pria bergelar guru besar yang dosen dan berusia 45 seharusnya tidak boleh aktif di FB:

1. Facebook adalah untuk anak-anak ABG.
2. Facebook adalah untuk anak-anak ABG.
3. Facebook adalah untuk anak-anak ABG.

Lha? Ha ha haaa! Ya, itu aja tiga alasan yang bisa saya kemukakan kenapa saya sebaiknya tidak mainan FB.

Obama aja punya FB. Lalu kenapa saya nggak boleh FB an? Untuk melawan balik ketiga alasan di atas, saya akan mengemukakan argumen saya.

Pertama, FB diciptakan untuk semua, bukan untuk ABG. Misinya jelas, menghubungkan sesama manusia, menguatkan kembali jalinan pertemanan yang mungkin sempat hilang, dan lebih enaknya lagi: layanan itu gratis dan akan selalu demikian.

Kedua, lewat FB kita bisa saling membelajarkan orang lain dan belajar dari orang lain. Tak terhitung berapa kali saya memetik pelajaran-pelajaran berharga dari Facebookers yang lain, mulai dari hal paling sepele sampai paling filosofis. Tak terhitung pula berapa kali saya memberi pengetahuan tambahan kepada orang lain tentang kebahasaan atau pendidikan bahasa, hal yang memang menjadi bidang keahlian saya.

Ketiga, yang juga penting, adalah sebagai sarana untuk tertawa sejenak melepas penat dan stress. Lho jangan ketawa membaca ini, sebab ketawa itu menjadi semakin penting di tengah jaman gemblung seperti ini. Saya bersyukur urat tawa saya masih sehat. Saya tidak ragu-ragu pringas-pringis sendiri di depan komputer, atau bahkan ngakak ketika membaca status yang lucu-lucu, atau melihat gambar-gambar yang konyol di FB. Saya bayangkan rekan-rekan yang seriuuuuuuuus terus, ga pernah ketawa, ga punya FB, semuanya dianggap serius, ….hiiiii….saya bayangkan pasti rekan-rekan itu jiwanya kayak kuburan dan agak lemah syahwat, hua ha haaaaa! Lho, emang ada di kampus ini yang kayak gitu? Ooooo, adaaaa, adaaa lah, mau saya sebutkan namanya??? Mau? Ah, nggak jadi deh….Kasihan….

Supaya saya tidak terjerumus di FB, maka sudah sejak lama saya mengikrarkan peraturan: boleh sering ngupdate status, tapi isinya harus mencerahkan, memberi semangat, informatif, dan inspiratif.

Begitu.

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized