Menatap Monitor

Posted on July 22, 2012

0


Menatap Monitor

‘Di kantor, seharian menatap layar monitor. Pulang ke rumah, menatap monitor lagi.’

Ungkapan di atas saya lihat di twitter. Saya tertawa membacanya, tapi beberapa jam setelah itu saya tidak ketawa, karena ternyata saya mengalaminya sendiri!

Di kantor, mulai masuk jam setengah delapan saya sudah menyalakan komputer di meja kerja, langsung membuka hotmail, Facebook, machungaiwo dan sebagainya. Tentu semuanya saya lakukan dengan menatap ke monitor PC. Ini berlangsung terus sampai jam 12, saat makan siang tiba. Selesai makan siang, eh, menatap monitor lagi meneruskan pekerjaan. Terus begitu sampai jam 6.30 petang.

Pulang, setelah makan dan mandi, saya duduk di depan tv dan menyalakannya. Nah, sekarang saya menatap layar tv. Ndak beda jauh dengan layar monitor di komputer kantor tadi. Ah, kenapa harus menatap monitor lagi ya?

Tv saya matikan. Tangan meraih iPad, mengetik posting. Lho, ah, ini ternyata membuat saya menatap monitor iPad. Lagi-lagi monitor.

Ah, masa dari tadi serius terus. Main PS2 ah. Saya turun ke ruang tengah, menyalakan box PS2 dan memasukkan CD game favorit: balap F1. Baru juga sekian menit main, saya langsung sadar bahwa saya sedang menatap layar tv untuk memainkan game itu. Blah, monitor lagi.

Capek main, saya memutuskan untuk sejenak melepas diri dari monitor. Saya raih BB, berkicau di tweeter. Lho, tapi ah, ini ternyata layar monitor lagi. Bedanya, kalau tadi besar, sekarang layarnya agak kecil. Tapi monitor ya tetap monitor.

Get a life!

Begitulah, tanpa sadar hidup kita dikelilingi monitor/layar tv dan nyaris tidak bisa beranjak dari kegiatan memelototi benda tersebut. Desktop, laptop, notebook, netbook, Blackberry, ponsel, tv, PS2, semuanya bermonitor.

Maka saya canangkan tekad untuk memulai monitor-free weekend. Alih-alih menatap layar monitor, saya mau melakukan kegiatan yang nggak ada layar monitornya. Sepedaan, mancing, baca koran, ngomong2 sama keluarga, main catur sama si bungsu, atau sekedar ngelamun di balkon menunggu bintang jatuh . . .

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized