Mbah Google dan Kita

Posted on June 3, 2012

0


Kadang-kadang saya heran kalau ada orang yang bertanya kepada saya: “Pak, saya sedang mau menulis atau meneliti tentang pengajaran bahasa Inggris dengan metode X. Apa Bapak tahu buku-buku tentang topik itu? Kalau ada, boleh saya pinjam ya? Kalau nggak punya, judul-judul yang Bapak tahu juga boleh.”

Kalau pertanyaan ini diajukan tahun 1990 an, saya akan berusaha mencari di perpustakaan pribadi saya untuk mengetahui apakah saya kebetulan memiliki buku-buku atau majalah yang berkaitan dengan topik tersebut. Tapi karena pertanyaan itu diajukan di tahun 2012, saya hanya bisa melongo di depan komputer.

Ini abad millenium kedua, sayang. Abad ini, konon kata orang-orang pinter, adalah abad informasi. Itu artinya manusia boleh diberi kesempatan untuk mengakses informasi seluas-luasnya dengan cara yang sangat cepat melalui media jejaring global yang bernama Internet. Itupun sudah sangat dipermudah dengan kedahsyatan mesin pencari yang diketuai oleh Mbah Google. Mbah Google ini mbahnya semua informasi, karena dia tahu dan menyimpan buanyaaaaak sekali informasi tentang apapun. Selain Mbah Google, masih ada paman Yahoo, Mas Bing, Scribd, dan banyak lagi mesin pencari informasi. Hanya dengan mengetikkan kata-kata kunci di kolom “Search” nya, kita langsung dihadapkan (tepatnya “dibanjiri”) dengan ratusan ribu bahkan jutaan informasi tentang topik itu. Ada yang berbentuk situs biasa, blog, makalah yang sudah diformat PDF, jurnal, tulisan lepas, dan masih banyak lagi. Kita tinggal memilih mana yang paling baru dan paling tepat dengan topik yang sedang kita tulis atau kita teliti. Bahkan lebih gila lagi, khusus untuk dosen atau mahasiswa dan intelektual lain, Mbah yang murah hati ini juga menyediakan satu piranti khusus bernama Google Scholar dan Google Books. Disitu rentang pilihan kita dipersempit menjadi buku, jurnal, abstrak dan hasil karya ilmiah lain.

Jadi, untuk menjawab pertanyaan atau permintaan orang tadi, biasanya saya akan mengatakan : “Just google it!”. Cari aja di Google, pasti ketemu kok.

Nah, saya akan lebih heran lagi kalau orang tadi lantas bertanya: “Oh, di Google ada kah, Pak? Wah, saya nggak tahu.” Astagafirullah al adzim, kalau orang ini seorang mahasiswa, saya pasti akan bisa menduga bahwa dia mengakses Internet hanya untuk fesbukan, baca situs kaskus atau jual beli, mendownload film atau musik dari Youtube, atau mengkaji dengan cermat situs-situs bokep, ha ha haaa! Lha habis, ya gregetan tho ya ada mahasiswa bisa ndak tahu bahwa Google menyediakan informasi yang sedang dia cari?

Nah, lagi asyik-asyiknya menulis posting ini, ada seorang ngajak chat di Facebook. Namanya beraksara Mandarin. Setelah saya klik, o alah, ternyata seorang cewek mahasiswi Akuntansi dari universitas saya, bertanya apakah saya tahu buku-buku yang bisa melatihnya berbicara bahasa Inggris.

Ini sama aja akan saya jawab dengan “just Google it,” tadi. Karena nampaknya dia belum tahu, saya buka Google, saya ketikkan kata kuncinya : “English speaking practice”, kemudian saya paste kan ke Wall FB nya salah satu alamat web yang memuat materi yang dia cari. Tuh, makan tuh situs, ha ha haa!

Begitulah, Mbah Google sudah seharusnya menjadi panutan kita semua, terutama yang mengaku akademisi atau intelektual. Matur nuwun, Mbah!

Catatan:
Tidak jelas kenapa Google disebut “Mbah” atau “Paman” oleh kita. Mungkin karena dia serba tahu itu ya?

Posted in: Uncategorized