The Beatles

Posted on May 27, 2012

0


The Beatles

Siapa tidak kenal The Beatles? Kalau Anda seusia saya, 40 tahunan ke atas, pasti Anda kenal, bahkan mungkin jadi penggemarnya. Kalau Anda adalah Generasi Z yang lahir di era 1990 an ke atas, pasti ndak kenal. Apapun itu, the Beatles adalah grup band yang melampaui jamannya. Sekalipun ndak kenal atau belum lahir pada saat band itu ngetop, masih banyak orang yang menggemari lagu-lagunya. Tahu lagu ‘I Want to Hold Your Hand’ atau ‘Yesterday’? Nah, itu hanya dua dari sekian banyak karya emas mereka.

Lahir di Liverpool, The Beatles dulu pernah ditolak oleh seorang produser karena menurutnya: ‘Band dengan genjrengan gitar dan satu vokalis mah udah banyak’. Hmmm, coba saja si produser itu bisa melihat ke masa depan, dia pasti sudah jadi miliarder sekarang. Band yang ditolak itu akhirnya pindah ke produser lain, dan akhirnya meledak menjadi bom nuklir musik pop yang kedahasyatannya masih terasa sampai sekarang.

Pada awal-awalnya, lagu-lagu the Beatles cengeng abis. Liriknya hanya melulu tentang cinta monyet. Kata ‘love’ bertebaran banyak sekali di lagu-lagunya dengan makna yang dangkal. Namun hanya sekitar dua tahun kemudian, lagu-lagunya menjadi berubah drastis, menyuarakan protes tentang perang, perdamaian dunia, kesepian manusia, politik, bahkan dunia fantasi (yang belakangan ini mungkin karena mereka sering mengkonsumsi narkoba sehingga terbawa ke lirik dan irama lagunya). Coba dengarkan lagu ‘Because’. Lagu itu aneh, tapi enak. Kenapa? Ya karena mbikinnya di bawah pengaruh marijuana, jadi yang mendengarkan pun bisa ikutan ‘high’.

Pada awal penampilannya, keempat anggotanya berpotongan rambut poni. Dengan wajah manis seperti itu, mereka menyerbu Amerika Serikat, dan membuat para gadis Amrik histeris sampai pingsan-pingsan ketika menonton live shownya. Setelah makin dewasa, mereka mulai gondrong, berkumis, berjenggot. Saya paling suka dengan gaya John Lennon dengan kaca mata bundarnya. Kuno, nyentrik, sekilas alim, agak membangkang, dan secara keseluruhan menjadikannya sangat menarik.

Seperti biasa yang terjadi dengan kelompok yang makin lama makin terkenal (John Lennon pernah bilang ‘The Beatles lebih terkenal daripada JEsus’), para personel the Beatles mulai reseh satu sama lain karena egonya mulai membesar. Yang paling menyolok tentunya konflik antara John Lennon dengan Paul McCartney. Keduanya penulis lirik dan pencipta lagu yang hebat, namun mungkin karena itu mereka sering bertikai. Konflik makin menggila setelah John pacaran dengan seorang wanita Jepang bernama Yoko Ono. Si Yoko ini sering ikut proses rekaman mereka, dan mencampuri urusan teknis. Lha ternyata John malah sering menerima usulannya dan menolak pendapat teman-temannya yang lain. Ya siapa gak mangkel, ya tho? Saking sebalnya, setiap kali melihat Yoko Ono datang ke rekaman, Paul berkata: ‘O no! Here she comes again’.

Paul Mc Cartney (yang sekarang menjadi pemusik terkaya di dunia), akhirnya keluar dari band itu setelah dia mendapati bahwa gubahan lagunya diisi suara orkestra tanpa seijin dia. Coba dengarkan lagu ‘Long and Winding Road’. Nah, ada suara orkestra kan? Nah, itu aslinya hanya suara vokal dengan iringan piano, asli ciptaannya Paul. Lha kok malah diisi orkestra, tanpa dia diajak bicara blas. Paul hengkang, dan Beatles pun bubar.

O ya, lagu ‘Long and Winding Road’ itu indah sekali lho. Liriknya menggambarkan perjalanan panjang penuh liku yang akhirnya mengantarkan pada sang Pencipta. Kok ya ndilalah, ya, kayak semacam firasat dari Paul tentang nasib the Beatles. Hebat, hebat!

Setelah bersolo karir, John Lennon makin aktif melakukan protes anti perang dan mengkampanyekan perdamaian bersama Yoko Ono. Lagu2nya juga makin monumental. Lirik dan melodinya sederhana, tapi jlebzz banget karena mewakili perasaan banyak orang. Lagu ‘Imagine’ misalnya, mengimpikan dunia yang damai karena tidak ada manusia yang terpisah-pisah karena agama, karena perbedaan status sosial, dan sejenisnya. Salah satu yang jadi favorit saya adalah ‘Jealous Guy’. Lagu ini lucu karena setelah lirik yang mendayu-dayu dan terkesan pasrah, menjelang akhir lagu dia menyelipkan kata-kata ‘watch out’ (awas kamu!). Ha ha haa! Kayaknya pasrah dan mesra tapi di ujungnya ternyata mengancam. Unik, nakal, sedikit kejam, dan secara keseluruhan sangat menghibur.

Sayang sekali John tewas ditembak penggemarnya tahun 1980. Penggemar itu gila. Setelah sore harinya John memberinya tanda tangan, malam harinya dia menyelinap ke belakang John yang sedang berjalan dari mobilnya, dan menembak punggungnya 3 kali. John Lennon tewas, dan seluruh dunia berkabung.

Pada saat itu dia sedang dalam proses pembuatan album berjudul ‘Walking on Thin Ice’ yang artinya ‘berjalan di lapisan es tipis, sehingga sewaktu-waktu bisa kejeblos dan mati. Sekali lagi, kok seperti sudah ada firasat tentang akhir riwayatnya….

The Beatles tinggal kenangan. Yang masih hidup dari keempat pemusik asal Liverpool itu hanya Paul McCartney dan drummer Ringo Starr. Paul McCartney pun bersolo karir sejak lama, dan menelurkan lagu-lagu dengan warna lebih pop tapi tetap enak didengar.

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized