Ada Apa dengan Homo

Posted on May 25, 2012

0


Ini postingan usil. Boleh juga dianggap gak mutu blas. Ya suka-suka saya, tho, kan saya bloggernya, . . . . weeeks . . .!

Beberapa hari ini ada friend request ke Enjoy Myself. Setiap kali melihat yang me request, saya jadi hueran setengah mati. Kenapa yang merequest homo semua? Kok tahu kalau homo? Ya iyalah, kelihatan sekali dari foto-fotonya: hampir semuanya pria dengan ciri khas: kalau ndak kekar berotot, ya bertampang manis imut-imut. Itu juga kadang-kadang masih ditambah dengan pose mereka yang tanpa sehelai benangpun di tubuhnya. Howeekk…!

Heran saya, apa saya kelihatan bertampang homo? Foto saya di Enjoy Myself hanya menggambarkan saya sedang berdiri dengan kaos putih di depan mobil saya, di sebuah hotel di Batu. Sejauh ini nggak ada yang memuji penampilan seperti itu, karena ya memang ga istimewa blas! Apanya yang istimewa? Paling cuma botaknya doang, bwa ha haaa! Tetapi rupanya pose seperti itu lah yang mengundang minat pria-pria “sukses” ini, blah (sukses = suka sesama jenis)!

Apa mereka ndak lihat foto-foto saya ya? Di album saya kan jelas saya punya istri, punya keluarga; kalau berfoto ya sebagian besar dengan lawan jenis, kan ya mestinya udah kelihatan tho kalau saya ini pria normal?

Kenapa mereka ndak me request friend ke akun FB saya yang satunya ya? Mungkin karena di akun satunya itu saya kelihatan pria membosankan, pake dasi dan jas kampus, gak menarik sama sekali di mata orang hombreng.

Jadi terus gimana? Ya ndak gima-gimana, yang jelas si Enjoy Myself sudah harus beberapa kali menolak friend request dari para maho/hombreng/sukses. Sampai kiamat pun saya akan tetap manusia heteroseksual.

Btw, saya jadi tahu sekarang ciri khasnya wajah orang homo. Weleeeh . . . ini dampak buruk atau baik ya?

Posted in: Uncategorized