Belajar Vocabulary dari Lirik Lagu Christian Bautista

Posted on May 23, 2012

0


I may not be beside you every day
I may run out of tender words to say
Can’t promise you the world
When all i have is love
Only love

I may not be the one your thinking of
I may not fit your perfect dreams of love
One thing I know for sure
And you can rest assure
My love is always yours

Oh baby
Won’t you look into my eyes and see
Beyond the things I’m not, there’s love inside of me
Just love me for all things I am, love me
The lighter side, the darkest side
Try to love me for everything I am

You, you been inside
You’ve seen the darkest side of me
I’ve shown you everything I am, everything..

Biyuh, biyuh, biyuh. . . . hati siapa atau pria mana tak kan luluh membaca untaian lirik mesra dari lagu Christian Bautista di atas itu? Judulnya aja udah menggetarkan suka: “For Everything I Am”. Saya ambil dari wall FB nya seorang mahasiswi (kok mahasiswi sih? emang gak ada friends yang mahasiswa tah? Ya iyaaalah, saya ndak suka membuang2 waktu dengan melihat FB nya mahasiswa, kok kayak homo aja, ha ha haaa! )

Ini mengingatkan saya pada kuliah Vocabulary kemarin. Saya menantang kelas saya itu (anak Sas Ing angkatan 2011) untuk berdebat dengan topik: “Should We Learn Vocabulary from Music Lyrics?”. Eh, ternyata anak-anak ini suka lho diajak debat kayak gitu. Baik mereka yang pro maupun yang kontra terhadap topik itu bersahut-sahutan mengutarakan pendapatnya. Suasana jadi hidup, karena dosennya yang pintar dan ramah itu pandai sekali mengusik ketenangan batin anak-anak didiknya sehingga mereka langsung bicara dengan bahasa Inggris yang fasih.

“Itu lebih ke listening skills. Lagipula lirik lagu itu umumnya hanya kata-kata yang gampang, sehari2”

“Nggak juga; kita harus ingat bahwa kita harus mulai dari materi yang mudah, dan lirik lagu adalah salah satunya.”

“Kita disini adalah untuk belajar kata-kata sulit, kata-kata akademis, bukan yang ecek-ecek kayak lirik lagu.”

“Tapi lagu bisa membuat suasana kelas jadi santai dan nggak membosankan.”

“Lho kita ini mau belajar apa mau santai sehh? Kalau mau belajar ya harus serius, gak boleh cepat bosan.”

Demikianlah, makin lama makin panas.

Di akhir sesi debat, saya mengatakan: “Saya tidak mau memutuskan mana yang benar mana yang salah. You decide. Saya hanya mengajak Anda semua untuk senantiasa berpikir kritis. Anda bebas berpikir dan berpendapat, tapi harus selalu punya daya nalar yang logis, dan selalu bisa mendukung pendapat Anda dengan argumentasi yang jelas.”

Mereka semua manggut-manggut dengan tatapan kagum sama dosennya yang bijaksana itu. Tapi sedetik kemudian wajah-wajah kagum itu berubah menjadi kecut ketika saya mengatakan ini:

“Saya sendiri tidak pernah belajar vocabulary dari lirik lagu. Waktu saya seumur elo-elo pade, saya belajar dengan membaca banyak ditemani kamus.”

Ha ha haaa!

Ya, mereka sudah dewasa. Mereka tahu bagaimana memutuskan sesuatu hal untuk dirinya.

Kembali ke lirik lagu tadi. Manis sekali. Apakah mahasiswi ini sedang jatuh cinta? Sebentar, saya analisis dulu FB nya. Oooh, iya, menurut analisis isi yang saya lakukan, dia memang sedang jatuh cinta, soalnya Wall FB nya penuh dengan lirik lagu-lagu mellow, mulai dari Colbie Calliat, M2M, Enrique Iglesias sampai Christian Bautista.

Hmm, berbahagialah pria yang sedang dia jatuh cintai . . .

Posted in: Uncategorized