Alumni Ma Chung yang Membanggakan

Posted on April 21, 2012

0


Alumni Ma Chung yang Membanggakan

Di rapat minggu lalu saya mendengar dari seorang kolega bahwa sebuah bank terkemuka di Indonesia terkesan dengan kualitas beberapa alumni lembaga pendidikan ini. Karena sangat terkesan, mereka ingin menjajagi kerja sama dengan universitas ini, dengan harapan bisa menjaring karyawan-karyawan berkualitas.

Ini tentu kabar yang sangat menggembirakan. Semua yang mendengar jadi ingin tahu siapa lulusan UMC yang membanggakan itu. Setelah namanya disebut, saya langsung maklum. Mahasiswi ini pernah membantu saya di ELTISI, ketika saya harus menangani unit baru tersebut. Anaknya memang cekatan, tidak banyak nggedabrus, sopan, dan selalu mengerjakan tugas yang saya berikan dengan relatif baik.

Lalu terungkap pula dari kolega tersebut bahwa lulusan-lulusan Ma Chung yang banyak dipuji di luar adalah yang dulunya aktif sebagai co-mentor. Nah, apa juga gue bilang? Kegiatan ini banyak manfaatnya kok. Kita bisa menyaring kualitas mahasiswa dari partisipasinya dlm kegiatan mentoring. Rata2 co-mentor memang sudah punya keinginan untuk menyumbangkan talentanya, dan pasti sudah punya bibit-bibit baik, baik dari segi akademis maupun kepribadian. Jadi tidak heran ketika sudah bekerja pun mereka tetap mempertahankan sifat-sifat positif itu.

Sayang sekali sekarang kegiatan mentoring di lembaga ini sudah mati suri, hidup segan matipun ogah. Entah dimana salahnya. Mungkin juga yang saya ungkapkan di posting berjudul ‘M to M’ ada benarnya.

Kembali ke kualitas lulusan tadi. Cekatan, cepat, dan sopan. Ternyata itu menjadi idaman banyak pimpinan. Saya sendiripun tanpa sadar menyukai sekali gaya kerja yang cepat. Soal ketelitian itu bisa diperjuangkan bersama-sama setelah pekerjaan selesai di tahap pertama. Toh nanti masih ada review ulang dan evaluasi. Yang penting untuk lembaga sekelas Ma Chung ini adalah cepat, cepat, cepat! Peraturan senat, cepat dibuat. Pembagian wewenang antara Dekan dengan Wakil Rektor, cepat diputuskan. Nasib mentoring atau pembinaan karakter, cepat dituntaskan. Mekanisme penerbitan jurnal, cepat diputuskan. Kalau tidak cepat, semuanya akan menumpuk, membuat macet banyak hal, potensial menjadi bibit konflik atau paling tidak rasa apatis.

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized