Menghakimi

Posted on April 15, 2012

0


Menghakimi

Tema rohani yang saya dengarkan minggu ini adalah tentang menghakimi. Intinya: janganlah engkau menghakimi orang lain, sebab dirimu sendiri juga belum tentu beres.

Memang terkutuklah perbuatan menghakimi itu. Saya jadi ingat beberapa minggu yang lalu ada seorang pimpinan dengan entengnya mengatakan sesuatu yang intinya adalah : jangan hanya terbatas pada menyelesaikan KPI saja, tapi harus berbuat jauh lebih banyak daripada yang sudah ditargetkan. Wah, wah, wah! Dalam hati saya mengatakan: emang Anda sendiri sudah menyelesaikan targetmu? Lha wong nilai perkuliahan aja masih jeblok, penelitian nggak pernah, nulis artikel juga nyaris nol, lha kok bisa2nya nyablak kayak gitu??

Itulah memang, terbukti bahwa orang yang menghakimi memang tidak pernah melihat bahwa dirinya sendiri ternyata juga masih dhedhel duwel. Terbukti bahwa kuman di seberang lautan tampak jelas, sementara gajah di pelupuk mata tidak tampak.

Maka semakin beratlah tugas seorang pemimpin. Dia harus nyaris tak bercela sebelum memberikan penghakiman atau penilaian tentang anak buahnya. Tapi ya memang begitulah seharusnya. Kalau tidak demikian, pemimpin bisa kehilangan wibawa dan kharisma di mata anak buahnya. Orang bijak mengatakan: ‘Anda memimpin melalui dirimu sendiri sebagai teladan, bukan melalui perintah dan komando-komandomu’. Bahasa aslinya lebih elok: ‘you lead others by what you are, not by what you tell them to do.’

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized