Cara Unik Menulis

Posted on April 15, 2012

0


Saya suka menulis, baik tulisan nggedabrus seperti blog ini atau tulisan ilmiah. Apakah saya menulis secara sistematis, mulai dari judul, pendahuluan, kemudian masalah, lanjut ke pembahasan, sampai akhirnya kesimpulan dan penutup. Ternyata tidak. Saya punya pendekatan yang saya namakan ‘lightning approach’ , yaitu menuliskan apapun yang terlintas di benak, baru kemudian menyusun ulang sedikit demi sedikit sehingga terciptalah satu komposisi yang runtut, mulai dari pendahuluan sampai penutup. Hasil akhirnya urut, namun prosesnya boleh melompat-lompat. Yang di bawah ini adalah contohnya. Ini paper yang mau saya bawakan di seminar di Hong Kong bulan Oktober nanti. Coba lihat, saya mulai tidak dengan pendahuluan, namun langsung ke tujuan penelitian, karena memang itu yang terlintas duluan di benak saya:

The objectives of the research are twofold:

1. To determine the effectiveness of online vocabulary learning on the learners’ gain of 5000-word level vocabulary. 2. To identify the learners’ opinions on the online vocabulary learning.

The online vocabulary learning meets the criteria of independent learning, blended learning, collaborative learning. It is independent in the sense that the learners choose the texts themselves and parse the vocabulary of the text using an online tool themselves. It is blended in the sense that the online learning is combined with classroom session where they receive extra guidance from the lecturer to focus only on the most important, most frequent items. Finally, it is collaborative because the learners learn from each other’s work.

Accordingly, a theoretical perspective that is pertinent to the current research should cover the features of English vocabulary, the principles of vocabulary learning, blended learning, and collaborative learning.

Dsb, dsb. Nanti aja saya teruskan lagi, yang jelas saya sudah dapat beberapa inti yang saya tuliskan itu, tinggal mengembangkannya dan mengurutkannya lagi nanti.

Sent from my iPad

Posted in: humanity