Simpati untuk Homo

Posted on April 12, 2012

0


Simpati untuk Homo

Dalam percakapan saya dengan seseorang sore kemarin, terungkap pesan bahwa dia bersimpati sama homo dan lesbi. ‘Mereka kan tidak mengganggu orang lain, jadi biarlah mereka seperti itu, jangan disingkiri atau dibenci,’ demikian teman saya ini berkata.

Hmm, ya ada benarnya juga yang dia bilang.

Orang selingkuh itu mengganggu orang lain, karena pasti akan ada hati yang tersakiti.

Orang merokok juga mengganggu orang lain, karena asapnya bikin kanker paru.

Orang ngebut juga mengganggu orang lain, karena dia potensial nabrak orang lain.

Orang korupsi apalagi, nggak cuma mengganggu orang lain, tapi merusak satu bangsa.

Tapi orang homo dan lesbi? Paling ya kelihatan aneh dan menjijikkan aja, tapi keberadaan mereka tidak mengganggu orang lain.

Tahun 2008 saya masih bersikap seperti teman saya ini. Waktu itu saya mengomentari salah satu poster CB yang dipajang di rektorat. Poster itu mengecam kaum homo. Saya bilang ‘homo itu bukan kemauan kok, namun kondisi psikis yang tidak bisa dihindari. Maka ya janganlah mencerca kaum homo’. Eh, ada yang komentar balik. Katanya: ‘Menurut Kitab Suci, homo itu penyimpangan, jadi ya tetap saja buruk dan harus dicerca’. Hmm, saya membatin, wong jaman sekarang kok masih percaya Kitab Suci lho??? Hadeehh,…..cape deeeeh!

Namun tahun-tahun berikutnya saya kehilangan simpati terhadap kaum homo. Kalau dilihat, semua posting saya disini tentang homo pasti nadanya menyindir atau sarkasme terang-terangan. Saya benci kaum homo, sesederhana itu masalahnya. Lho, emang saya pernah diusik oleh homo? Ndak juga. Lha kok benci? Ya nggak tahu, aneh dan jijik aja ngeliatnya, orang sudah dibuat oleh alam untuk saling berpasangan dengan lawan jenis, kok malah ‘main pedang-pedangan’ dengan sesama jenis.

Tapi percakapan dengan teman saya itu membuat saya agak terperangah. . . . .

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized