Forkomil Sialan

Posted on April 1, 2012

0


Forkomil pernah menjadi acara favorit saya di lembaga ini. But then no more I love you. Dulu waktu awal diadakan, rasanya masih jauh lebih baik. Tapi sekarang menjadi makin kering. Dulu ada rencana menyerahkan forkomil ini ke Prodi, tapi entah mengapa sekarang formatnya kembali ke forkomil massal di Theater. Terus terang saya jadi agak ogah mendatanginya.

Karena sudah beberapa kali absen, minggu lalu saya bertekad mendatanginya. Saya tergoda oleh penyajinya: yang pertama adalah 3 mahasiswa Akuntansi, lalu seorang dosen entah dari prodi mana. Saya sudah membayangkan bisa melihat mahassiwa-mahasiswa ini menyajikan karya ilmiahnya dalam bahasa Inggris.

Ternyata, ketika saya datang, ketiga mahasiswi itu belum-belum sudah minta maaf ke hadirin karena penyajiannya akan mereka lakukan dalam bahasa Indonesia. Blah! Saya langsung merengut. Gimana ini, saya sudah datang juuauuh-juauuh dari kantor Dekan hanya disuguhi penampilan dalam bahasa Indonesia? Bukannya sudah menjadi standar wajib bahwa penyajian di Forkomil harus dalam bahasa Inggris? Baru juga beberapa hari yang lalu rapat pimpinan membicarakan perlunya penggencaran kegiatan yang berbahasa Inggris untuk dosen dan mahasiswa, lha kok sekarang nggelethek ae kayak gini?

Saya kecewa. Tapi sudah terlanjur duduk, ndak enak mau meninggalkan ruangan.

Penyaji kedua seorang dosen. Lumayan berani, memakai bahasa Inggris dalam keseluruhan penyajiannya. Tapi melihat caranya menyajikan, saya jadi punya ide mendatangkan trainer atau workshop dalam bidang penyajian yang memikat. Power Point dijejali tulisan puanjang lebar, minim visualisasi, habis itu idenya padat bertumpuk-tumpuk sehingga saya yakin hadirin agak puyeng mengikuti alurnya. Kalau ada sentuhan pelatihan itu, saya yakin rekan dosen ini bisa menyajikan gagasannya dengan lebih menarik.

Good bye, Forkomil. Saya hanya akan datang satu kali saja setelah ini, yaitu ketika giliran saya menyajikan.

Posted in: humanity