Blog Baru di Teh Hangat Manis

Posted on March 31, 2012

0


Mungkin saya sudah agak bosan dengan Machungaiwo. Mungkin juga saya sedikit kesal karena komen di blog Machungaiwo ini sedikit sekali. Komentar Merrieling yang barusan agak membuat saya bisa tersenyum senang, tapi selebihnya, saya mulai merasa blog ini kurang menarik. Walaupun masih banyak yang membaca (rata-rata 30 an perhari), tapi tanpa komen mereka, saya merasa kayak orang gendheng yang ngecuprus sendiri.

Maka saya membuat blog baru. Pertamanya mau saya beri nama “sweet hot tea”, tapi ternyata ditolak oleh wordpress. “Cari yang lain, yang kayak gituan udah ada,” katanya. Sekian belas nama yang bagus-bagus saya ajukan dalam bahasa Inggris, tapi ditolak lagi. Blah! Akhirnya saya ketik “jdjdjdjdkhngss”. Eh, diterima! Dasar wordpress sialan! Akhirnya saya menyerah ndak bersikeras memakai bahasa Inggris; saya beri nama “tehhangatmanis.wordpress.com”. Nah, langsung diterima.

Tehhangatmanis.wordpress.com Blog ini memuat semua inspirasi saya tentang hal-hal yang luhur, baik, dan teladan. Sebagian saya ambil dari blog saya di blogspot yang sudah saya tutup. Semuanya dalam bahasa Inggris. Itu masih saya lengkapi pula dengan categories dan tags.

Sekian jam setelah posting pertama di tehhangatmanis, terjadi sesuatu yang tidak pernah saya dapatkan di Machungaiwo: posting saya di “like” beberapa orang Amerika dan Selandia Baru. Bahkan ada satu orang yang kemudian mem follow saya. Ooh, sekarang saya tahu mengapa Machungaiwo tidak pernah mengalami yang seperti ini: karena bahasa Indonesia, orang bule nyaris tidak pernah menengoknya. Mungkin juga karena setiap posting di Machungaiwo tidak memuat tag dan categories (baca: saya malas membuatnya), maka posting itu tidak pernah muncul di bulletin rutin wordpress.

Sudah saya duga, dari Feeedjit yang saya pasang di tehhangatmanis, tidak satupun yang datang dari Machungers. Ya, wajar, karena Machungers ogah baca posting bahasa Inggris, apalagi bahasa Inggris yang kelas TOEFL 620 ke atas, ha ha haa!

Saya suka. Posting-posting saya di tehhangatmanis dibaca banyak orang dari dunia Barat, dan mereka tidak segan-segan memberikan “like” atau komentarnya. Ya, kalau dibandingkan isi di Machungaiwo, posting-posting di tehhangatmanis jauh lebih alim, jauh lebih inspiratif. Topiknya berkisar seputar Tuhan, empati, dan banyak hal yang alim-alim lah pokoknya. Nggak heran yang me “like” juga adalah blogger-blogger yang alim, bukan yang gelap. Posting saya terbaru tentang “Hellos and Goodbyes” adalah salah satu posting terbaik yang pernah saya tulis. Ya, waktu itu nulisnya tahun 2009, dan saya tidak sendirian waktu menulis, ada sesuatu yang lain yang membantu saya menulisnya, makanya hasilnya ya seperti itu . . . . penuh dengan dimensi kebajikan, lain sekali dengan ungkapan spontan yang nyelekit di Machungaiwo.

Yah, apapun itu, blogging tetap mengasyikkan. Dibaca nggak dibaca, dikomen nggak dikomen, sang blogger nulis terus. Namanya juga udah suka.

Posted in: humanity