Bakat (2)

Posted on March 29, 2012

0


“Bakatmu apa?” tanyaku kepada muridku.

“Ga taw, Pak.”

“Masa ga taw? Pasti ada. Kamu berbakat dagang, mungkin?”

“Ndak, Pak,” jawabnya setelah terdiam beberapa saat. “Bakat saya adalah tidur.”

“Ayooo, kok gitu se? Masa bakat kok tidur?” kataku setengah menggerutu.

Lantas aku sendiri yang terdiam. Iya, ya, apa bakat muridku yang satu ini? Hampir genap empat tahun aku mengenalnya, ternyata setelah kutanya bakatnya apa, kami sama-sama kebingungan.

Apakah ada manusia tidak berbakat sama sekali? Lho tapi kan aku sendiri sudah yakin di postingku yang pertama bahwa Tuhan memberikan talenta untuk setiap ciptaannya? Lha kok sekarang aku malah ragu?

Tapi sebagaimana Tuhan mengijinkan manusia tidak punya mata atau tidak punya tangan sejak lahir, bukankah bisa saja bahwa untuk beberapa orang Dia memang tidak memberikan bakat apapun?

Lalu kuingat 7 kecerdasan a la Gardner. Bahasa, matematika, alam, interpersonal, intrapersonal, ruang dan,….ah, satu lagi, lupa aku. Ya, mungkin muridku ini punya salah satu di antaranya yang cukup menonjol, yang selama ini belum kuketahui. Yah, semoga saja.

Posted in: humanity