Bakat

Posted on March 23, 2012

0


Bakat adalah kelebihan luar biasa yang dianugerahkan kepada seseorang sehingga kemampuannya melebihi rata-rata manusia lain. Karena keluarbiasaannya ini, manusia lain hanya bisa berdecak kagum atau bahkan ternganga ketika melihat unjuk kepiawaian manusia berbakat ini.

Lionel Messi, pemain Barcelona itu, termasuk yang dianugerahi bakat ini. Saking hebatnya, gayanya bermain dianalisis oleh para ahli, dan hasilnya sama mengagumkannya. Dikatakan bahwa dia punya kemampuan yang disebut expert prediction, yaitu sepersekian detik lebih cepat membaca gerakan dan kecepatan lawan, dan sepersekian detik lebih cepat mengambil keputusan kemana harus mengumpan bola atau menembak. Contoh paling gres adalah ketika Barca melawan Leverkusen minggu lalu. Messi mengiris lapangan dari sayap kanan menuju gawang. Empat pemain Leverkusen langsung menutup celah ke gawang. Namun begitu mereka berubah posisi sepersekian detik kemudian, Messi langsung melesatkan bola melalui celah sempit. Bola menerobos masuk gawang lawan tanpa bisa dihadang oleh kipernya. Luar biasa!

Waktu SMP saya punya beberapa teman yang sangat berbakat dalam mata pelajaran kesenian. Apapun yang mereka buat terasa indah dipandang mata, sehingga tak heran nilai mereka bagus-bagus. Nah, karena saya tidak berbakat, apapun yang saya buat dan segila apapun upaya saya, tetap aja hasilnya menyedihkan. Bayangkan, suatu ketika setelah melihat hasil karya saya dalam membuat keramik, pak guru mengatakan: ‘ini kok kayak bak mandi to, Patris?’. Astaga! Keramik saya bikin sampe jungkir balik dibilang kayak bak mandi. Nah, teman saya yang berbakat tadi sebenarnya juga membuat bentuk yang sama, kotak-kotak kayak gitu, tapi karena bakatnya, dia bisa menambahkan sedikit lekukan disana sini, sehingga terlihat jauh lebih indah daripada punya saya.

Sebaliknya, di mata pelajaran menulis, terjadi hal yang berlawanan. Diminta menulis satu jam pelajaran, saya mampu menyelesaikannya dalam waktu seperempatnya. Setelah dikumpulkan, pak guru membacakan karya yang dia nilai paling bagus, yang ternyata adalah punya saya. Teman-teman bertanya keheranan: ‘kamu kok bisa mengarang dalam waktu hanya lima belas menit dan hasilnya jauh lebih bagus daripada kami yang nulis satu jam?’ Sekarang saya tahu jawabnya: saya berbakat, dan mereka tidak.

Bakat kadang-kadang membuat kita iri, dan bertanya kepada Tuhan: kenapa Kau menganugerahkan kelebihan seperti itu ke orang lain? Mbok ya dibagi rata gitu lho, supaya aku juga bisa kecipratan bakatnya. Tapi Tuhan maha adil kok. Kalau kita cermat, kita akan tahu bahwa kepada setiap orang dianugerahkan talenta yang berbeda. Mungkin tidak seindah liukan Messi, atau secepat Schumi dan Senna melibas tikungan, atau sefantastis karya van Gogh, tapi pasti ada. Saya ingat saya pernah melontarkan kekaguman kepada seorang rekan yang cekatan sekali menangani masalah laporan keuangan. Tabel-tabel penuh angka bisa dia bereskan cepat sekali. Rekan itu memandang saya dan mengatakan: ‘ya, tapi kalau ndak ada Anda yang cepat sekali menuliskan uraian dan pembahasannya, laporan kita ini juga ndak akan sebagus ini.’

Tuhan maha adil kan.

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized