Kepingan Rasa Malam 6 Maret 2012

Posted on March 6, 2012

0


Saya teringat almarhum WW, mahasiswa saya yang meninggal pada usia masih sangat muda, bulan Desember tahun lalu. Saya masih menyimpan kontak BB nya. Kata terakhirnya juga masih ada disitu: “Terima kasih ya, Pak”. Sore tadi entah gimana saya bisa masuk ke FB nya. Saya terenyuh melihat kakak perempuannya masih saja memposting di wallnya: “Aku kangen kamuuu, Tiii >.<!", ratapnya. Belum lagi pacarnya yang sekelas dengan dia turut mengungkapkan kehilangan yang masih menyayat itu. Memang sulit merelakan kepergian seseorang yang amat disayangi.

Saya bertemu dengan pacarnya beberapa hari yang lalu. Nampaknya dia sangat ceria, menyapa saya seperti biasanya, dan tidak kelihatan seberkas duka pun di wajahnya. Almarhum WW memang pintar cari pacar. Ini gadis prigel (bs Jawa, artinya “cekatan; luwes”) yang saya ceritakan di salah satu posting saya tentang wanita yang suka memasak. Nampaknya dia sangat telaten merawat WW ketika dia masih bergulat dengan sakitnya dulu.

Semoga WW tenang di alam sana. Yeah, girls, let him rest in peace, kalau dikangeni kayak gitu jangan-jangan malah ndak tenang istirahatnya. Jangankan yang sudah meninggal, yang masih hidup pun bisa gelisah kalau terus menerus dipikiri dan dikangeni, iya nggak?

Sebentar lagi saya berulang tahun. Ke 45! Astaga! Hmm, sebenarnya saya ingin mengungkapkan sesuatu yang agak spontan, tapi berhubungan media tempat pelampiasan itu sudah ndak ada (yaitu akun Enjoy Myself), maka saya akan ungkapkan disini saja, toh ndak akan kebaca siapa-siapa: "I'm 45! Yeaaah, I am a fucking old man! Ha ha haaa!". God bless me. Jesus loves me.

Tak terasa 2012 sudah memasuki bulan ketiga. What have I done? Sudah banyak yang terjadi: sarasehan, seminar di Cambodia, Edubition, menyambut tamu studi banding, penelitian saya. Tapi masih banyak yang akan terjadi. Hidup bergulir terus.

Saya sedang senang mendengarkan lagu jadul "Absolute Beginners" nya David Bowie. INi lagu jadul, bayangkan, dirilis tahun 1986, bahkan rektor Ma Chung pun belum lahir pada saat itu, dan saya masih baru masuk S1. Tidak tahu kenapa, tapi alunan bas, iringan gitar, lenggokan organ dan hentakan perkusinya enak sekali didengar. Tapi yang paling enak dan medu didengar ya suara si David Bowie. Kombinasi yang sungguh membuat nyaman. Rasanya seperti diayun-ayun dengan lembut ke tengah-tengah suasana bersahabat, santai, bergairah, dan hangat.

"Pap-pap-pa-whooooo!"

Posted in: Uncategorized