Pemimpin Mujur dan Pemimpin Dambaan

Posted on March 1, 2012

0


Pemimpin Mujur dan Pemimpin Dambaan

Di twitter saya temukan tweet yang menarik: ‘siapapun yang jadi presiden, kita selalu mengkritiknya’.

Sekilas nakal, tapi ternyata itu benar. Mungkin itu sebabnya seorang pemimpin digaji lebih besar daripada anak buahnya. Ya karena mereka menjadi sasaran kritikan, apapun yang mereka lakukan. Nah, mereka ya harus kebal, tidak sensi, tidak mudah tersinggung, namun bisa mengoreksi diri kalau kritikan itu memang benar, atau sebaliknya, mengacuhkannya dan tetap bersikukuh pada kebijakan yang telah diambilnya.

Menjadi pemimpin itu enak kalau stafnya memang sudah unggul semua. Pemimpin jenis ini harus rendah hati, karena kalau ditelisik lebih jauh, semua pencapaian yang diraih unitnya adalah karena stafnya memang sudah cekatan dari sononya. Si pemimpin ada atau tidak, mereka tetap bekerja keras dan mampu menerjemahkan instruksi minim dari sang pemimpin menjadi buah-buah keberhasilan yang manis. Pada kasus yang ekstrem, akhirnya sang pemimpin bisa dipecat karena tanpa diapun semua sudah jalan dengan baik, ha ha haa!

Nah, pada sisi lain, ada pemimpin yang ternyata diberi staf yang tidak unggul. Disuruh meneliti ogah, disuruh presentasi paper malas, disuruh pengabdian masyarakat males, ngajarnya ndak karuan, kerjanya cuma merancang acara gathering dan tur-tur yang sebenarnya tidak banyak manfaatnya. Nah, pusinglah si pemimpin kalau punya staf kayak gini. Namun kalau dia adalah seorang pemimpin sejati, dia akan berupaya keras untuk bisa membuat stafnya berprestasi. Dia rela kerja lembur tanpa bayar untuk memonitor semua kerja stafnya, kemudian merancang umpan balik yang efektif, lalu mendekati mereka lewat rapat atau ngobrol2 santai untuk membuat mereka terpacu meraih prestasi. Ini tidak mudah. Tapi begitu dia berhasil, dia akan menjadi pemimpin yang telah tertempa mental dan kemampuannya. Dia akan menjadi pemimpin dambaan.

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized