Intermediate Akunting

Posted on March 1, 2012

0


Semester ini saya mengadakan penelitian bahasa di kelas Akuntansi, tepatnya di kelas Intermediate Accounting atau AKL yang diasuh oleh seorang dosen lulusan Australia. Kenapa di kelas dia? Ya karena ternyata dia satu-satunya dosen yang berani dan bersemangat tinggi mengajar Akuntansi dalam bahasa Inggris. Itu selaras dengan topik penelitian saya, yaitu keefektifan kelas pendampingan bahasa untuk para mahasiswa non-bahasa yang sedang mengikuti kuliah bidang ilmunya yang disajikan dalam bahasa Inggris. Jadi, sebelum para mahasiswa mengikuti kelas utama yang diajar oleh Ibu L itu, saya memberikan sesi pendampingan dalam bentuk penerjemahan kata-kata kunci bab yang nantinya akan dibahas oleh dosen itu, plus terjemahan sebagian dari slide PPT nya. Mestinya para mahasiswa di angkatan itu merasa terberkati benar lho. Siapa mengira akan dibantu oleh seorang guru besar bahasa Inggris dalam mengikuti kuliahnya? Ndak sembarang mahasiswa bisa mendapatkannya kan.

Minggu pertama saya dipinjami oleh Ibu L buku sa’ dhebok yang akan dipakai sebagai buku teks utama. Ditulis dalam Bahasa Inggris semua oleh seorang yang namanya Kieso. Pertama saya melihat Bab 13 yang akan dibahas, saya bertanya-tanya: “iki gak salah tah aku mengambil bidang ini?”. Lha yak apa, bayangno cobak dari satu halaman yang saya pelototi itu saya hanya paham sekitar 10 persennya saja. Semua kalimatnya dalam bahasa Inggris, dan saya tahu persis arti setiap kata, tapi kok ya tetap ndak mudeng ya apa yang sedang dibahas? Ya, akhirnya dengan bantuan kamus online dan Cambridge Online Dictionary, saya sedikit demi sedikit bisa memahami artinya.

Ha ha haa! Bidang Akuntansi ini benar-benar njlimet dan sooo complicated. Kok ya sempat memikirkan hal-hal yang sebenarnya ndak usah dipikirkan, gitu lho! Lha masak salah satu definisinya berbunyi seperti ini:

“Provision = kewajiban membayar yang jumlah maupun waktu bayarnya tidak bisa ditentukan sebelumnya”.

Lha kalau ndak ketahuan kapan mbayar dan berapa jumlahnya lha lapa dipikiri gitu lhooo?? Hua ha hha ha haa! Hua ha hah haaa! Aneh-aneh ae wong akuntansi iki, wis, wis. . . .! Hosh hosh . . .!

Tapi saya ndak boleh gini. Harus tetap sopan. Ini ranah orang lain, bok! Ntar kalau Bu L kebetulan membaca posting ini, dia bisa-bisa ndak mengijinkan saya mengajar kelasnya lagi.

Tapi Bu L ini baik, sekalipun termasuk orang yang sangat keras pada pendiriannya. Buku sa’ dhebok itu dia pinjamkan ke saya sampai penelitian saya selesai, jadi saya ndak perlu keluar biaya untuk memfotokopinya. Tapi sekeras-kerasnya dia, toh akhirnya dia maklum kondisi di lembaga ini: belum siap menerima pengajaran yang full English-speaking. Jadi dia pun berkompromi: slidesnya dan bukunya tetap dalam bahasa Inggris, namun dia mengajar dalam bahasa Indonesia. Dari kacamata teori pembelajaran yang saya kuasai, tentu saja ini belum sempurna. Kalau saya sajikan sebagai paper di seminar luar negeri, saya bisa diketawain hadirin dan ahli-ahli lain. Nah, terbukti bahwa label berstandar internasional yang dulu digembor-gemborkan untuk lembaga ini ternyata bualan belaka. Ah, sudahlah, kalau bahasa Inggris saja masih ndak karuan, ndak usah ngomong pake standar internasional segala lah!

Nah, kembali ke kelas Intermediate Akunting tadi. Pada suatu sesi pendampingan di Mallus Domestica, mahasiswinya memohon-mohon supaya saya membantu menerjemahkan pe-er yang diberikan bu L. Saya ndak tega melihat wajah cewek memohon, jadi ya saya bantu saja dengan polosnya. Saya terjemahkan semua kalimat di soal yang dijadikan pe-er itu. Lalu seusai kelas, saya ke kantornya Bu L dan bercerita dengan lugunya bahwa saya telah membantu mahasiswanya mengerjakan pe-er. Kontan dia kaget dan berkata: “Lhoh! Itu pe-er mereka, Pak, ya seharusnya jangan dibantu! Waah, ya keenakan mereka kalau pe-ernya diterjemahkan sama Bapak.” Yiaaa…salah wis, ha ha haaaaa!

“Bapak bantu aja dengan menerjemahkan latihan-latihan soalnya, tapi jangan pe-ernya ya Pak? Nanti mereka tuman, sembarang minta diterjemahkan,” kata bu L mewanti-wanti.

Saya baru saja submit proposal paper untuk ke konferensi internasional di India, Oktober 2012. Judulnya apa? Ya tidak lain tidak bukan adalah pengalaman saya mengasuh kelas pendampingan bahasa di Prodi Akuntansi itu. Kalau paper saya diterima dan akhirnya saya berangkat ke negara nehik nehik itu, saya tak akan lupa mengucapkan terima kasih kepada Bu L dan mahasiswa-mahasiswinya di Akun 2010.

Hmm,. . . apa pula itu “preference dividend”? Dividen pilihan? Hmm, .. . . ok, saya lanjut belajar Akuntansi dulu ya!

Posted in: Uncategorized