Oleh-oleh dari Phnom Penh

Posted on February 26, 2012

0


Oleh-oleh dari Phnom Penh

Ujaran yang sering dilontarkan rekan atau teman ketika kita pamitan mau ke luar kota atau ke luar negeri adalah: “jangan lupa oleh-olehnya lho ya?”. Ini bisa sebuah ungkapan basa-basi, atau memang sungguhan mengharapkan oleh-oleh. Saya biasanya tidak perduli itu basa-basi atau sungguhan, yang jelas saya termasuk orang yang agak malas berburu oleh-oleh, apalagi kalau sedang traveling sendirian kayak gini. Ketika di Bangkok masih lumayan ada istri saya yang masih suka belusukan ke pasar dan membantu saya membeli oleh-oleh. Akibatnya saya bisa membawakan camilan khas Thailand untuk rekan-rekan di kantor. Tapi kalau udah sendirian, saya jadi malas. Ya bisa aja sih saya belikan gantungan kunci, tapi rasanya kok gimanaaa gitu ngasih oleh-oleh berupa gantungan kunci. Ya benar itu praktis, relatif murah, dan tidak membebani bagasi, tapi kok rasanya klise banget gitu lho, kayak nggak niat mau memberi. Jadi apa ya yang seharusnya dibeli, yang ringan, relatif terjangkau, dan tetap disambut dengan senang hati? Yaah,…emangnya gue pikirin, hwa ha haaa! Mikiri mau beli oleh-oleh, saya bisa -bisa ndak jadi seminar tuh.

Hari kedua di Phnom Penh saya harus ke sebuah hotel yang namanya Himawari. Panitia sudah menyediakan link peta, tapi saya malas membukanya, apalagi koneksi Internet disini lumayan mahal. Jadi saya putuskan naik tuk-tuk. Sopirnya mengerutkan kening ketika saya sebut nama hotel itu, sepertinya dia tidak tahu dimana tempatnya. Tapi toh dia menstarter mesin tuk-tuknya sambil menyepakati harga yang saya sebutkan, sesuai dengan anjuran panitia. Tuk-tuk keluar dari hotel saya, belok kanan, dan belum juga sekitar dua ratus meter langsung belok kanan lagi masuk ke pelataran parkir sebuah hotel. Saya lihat nama hotelnya: Himawari. Astagaaa, diamput! Jadi ternyata hotel itu bersebelahan dengan hotel Cambodiana tempat saya menginap. “oh, so clooose!” saya sampai berteriak. Eh, sopirnya malah ketawa dan bilang, “you dont know? He he hee!”.

Yah, ternyata dia hanya pura-pura ndak tahu aja tadi waktu saya mau naik. Yah, walaupun saya bukan sopir, tapi saya tahu ya begitulah caranya mengais rejeki dari kebodohan seorang turis mancanegara. Ya sudah, ndak papa. Saya bayar dia sesuai kesepakatan tadi. Tapi saya jadikan hal itu sebagai pelajaran. Lain kali saya harus lebih cermat menuruti petunjuk panitia. Hmm, ironis memang: seorang dosen yang dilengkapi dengan gadget canggih ternyata masih bisa terperdaya oleh seorang sopir tuk-tuk! Grrrr!

Hari berikutnya, saya datang lagi ke Himawari karena diundang panitia makan malam disitu. Setelah mendaftarkan nama saya, saya dipersilakan masuk ke restorannya. Tanpa toleh kiri kanan lagi, saya langsung mengambil makanan ini itu dan segelas air putih, terus duduk dan makan. Eh, beberapa saat kemudian, manajernya datang ke saya dan dengan ramah mengatakan bahwa sebenarnya meja untuk kelompok seminar yg saya ikuti terletak di bagian dalam restoran, tepatnya di dekat kolam renang. Bagian yang saya duduki sekarang itu adalah untuk tamu-tamu reguler, yang tentu saja tidak gratis.

“Oh, my God!” saya kuaget. “But nobody told me that I’m supposed to be there!”

Manajer wanita itu dengan tenang mengatakan bahwa semua itu bukan salah saya, dan dia malah minta maaf karena itu adalah keteledoran panitia dan stafnya. Dia meyakinkan saya bahwa saya tidak perlu membayar untuk makanan yang sudah saya ambil. Haduuh, lega,….terpujilah engkau manajer di hadapan dosen “mbambung”, ha ha haaa!

Saya melihat ke makanan yang sedang saya nikmati. Yaah, ya lumayan sih, pasti harganya lebih mahal daripada yang disediakan panitia seminar untuk peserta. Hmm,….. Saya jadi ndak enak makan. Tapi ya salahe dewe saya ndak dibilangi, ya tho? Mungkin si manajer itu juga membatin: “Ya salahe dewe kamu ndak tanya-tanya, langsung aja makan! Huh!”. Lha emangnya saya diundang makan untuk tanya jawab dulu. . . .weeks….

Jadi itulah oleh-oleh saya dari Cambodia. Dua anekdot yang konyol. Lebih bagus kan daripada gantungan kunci?

Sent from my iPad

Posted in: Uncategorized