Kepingan-Kepingan Rasa

Posted on February 18, 2012

0


Kadang-kadang saya bisa memahami mengapa Kurt Cobain bunuh diri. Hidup memang kadang terasa sia-sia.

Beberapa status di Facebook dan Twitter kadang-kadang saya tanggapi dalam hati dengan “so what gitu looh!!??”

Anda mau tahu apa arti “point of no return”? Menikahlah.

Punya istri yang sangat ngopeni suaminya kadang membuat saya jadi kebangeten manjanya. Masa Aqua di pesta aja minta diambilkan??

Ternyata bukan saya saja yang bingung menghadapi budaya dunia yang berubah cepat ini. Barusan saya membaca blog yang judulnya: Sometimes my own generation confuses me.

Dalam mimpi, saya bisa merasakan bagaimana rasanya mati: terbang melayang telanjang kemana-mana, bebas sebebas-bebasnya, tiada takut, tiada malu, tiada marah, tiada sedih, tiada sesal. Bebas, bebas, melesat kemanapun aku ingin….

Jujur, kadang saya membaca status – status putus asa di FB atau twitter, dan saya bilang dalam hati: go shoot yourself!

Saya salut benar sama orang-orang yang saya tahu punya masalah besar, namun tetap kelihatan tegar dan tidak menunjukkan kesedihannya di depan orang lain.

Saya selalu tahu lagu atau musik enak dari orang lain. Kalau mereka bilang “wah, itu enak atau bagus!”, baru saya dengarkan atau saya lihat.

Kadang-kadang saya tidak merasa bahwa saya sedang dikangeni seseorang. Kadang-kadang lho ya. . . .

Posted in: Uncategorized