Kantor Saya

Posted on February 14, 2012

0


Ini sebagian snapshot dari ruang kantor saya di Fakultas Bahasa dan Seni di UMC. Botol Aqua itu adalah pengganti termos kopi. Karena maag saya sedang kurang bagus, saya tidak minum kopi atau teh dan sebagai gantinya adalah botol air mineral tersebut.

Meja bundar dengan empat kursi itu menunjukkan bahwa saya sering menerima tamu, entah tamu dari luar atau staf saya yang jumlahnya makin banyak, atau mahasiswa saya. Pada jam 12 siang meja itu berubah fungsi menjadi meja makan saya. Karena saya tidak punya sekretaris wanita, maka harap maklum kalau meja itu khas pria sibuk: berantakan, tidak ada taplak, apalagi vas bunga.

Kertas-kertas yang tertempel di dinding dekat meja kerja saya membuktikan bahwa era paperless ternyata belum sepenuhnya berjalan. Saya masih memerlukan melihat dengan cepat informasi atau data-data urgen, dan ternyata kecanggihan komputer masih kalah efektif dibandingkan tempelan-tempelan kertas yang bisa secepat kilat menyediakan data yang saya perlukan.

Nah, lemari kaca itu multi fungsi. Dari luar kelihatan sebagai tempat penyimpan buku dan map-map kerja yang makin lama makin banyak, namun begitu dibuka laci-laci di bawahnya, akan ketahuan tipe karyawan seperti apakah saya ini: ada kotak coklat, dunkin donut, kacang, tas-tas dari berbagai seminar, bahkan tas kresek, karet gelang, bekas botol minuman keras, dan nanti mungkin saya tambahi slof rokok, catur dan berbagai barang non akademis lainnya.

Posted in: Uncategorized