Posting Asal Njeplak 25 Jan 2012

Posted on January 25, 2012

0


Saya ndak ikut pelatihan. Bukan karena apa, tapi coba pertimbangkan alasan-alasan ini:

1. Saya sudah pernah ikut pelatihan itu sebelumnya.

2. Saya dan dosen-dosen di bawah saya mendapatkan nilai 80 ke atas untuk cara mengajar

3. Saya sibuk menata fakultas. Sekian lama berdiri, mana itu namanya peraturan fakultas, kebijakan fakultas, standar, kode etik, renstra, dan sebagainya? Belum lagi evaluasi kurikulum dan rancangan spesifikasi prodi yang selama ini ditinggal glodak begitu saja. Siapa yang mengerjakan semua itu di fakultas? Ya sayaaaa laaaaaah, . . . . mau siapa lagi? Mau nyuruh rekan-rekan yang lain? Mana saya tegaaaaa? Tiga sedang studi lanjut, satu ngurusi pusat pelatihan bahasa, satunya lagi sudah sangat senior, ya sudah . . . saya mengerjakan semuanya, setidaknya merancang draft awal dulu.

Lha sekarang mbok cobak bayangno lho, kalau saya ikut pelatihan penuh eight to five selama 3 hari, bayangkan berapa banyak waktu efektif terbuang. Begitu selesai, sudah mau awal kuliah dan saya harus sibuk membuat GBRP silabus kontrak perkuliahan segala macam. Terus kapan saya mau menyentuh elemen-elemen fundamental tersebut? Apa musti menunggu sampai menjelang akreditasi lagi? Terus dikebut semalam gitu? Wooohooo…..sorry ya, saya bukan tipe orang kayak gini. Saya lebih suka mematangkan semuanya secara otentik jauh-jauh hari sebelumnya, karena memang orientasi utama bukan akreditasi tapi landasan kokoh untuk lembaga yang namanya fakultas bahasa dan seni.

Giituuuu….

Tuh, masih ditambah lagi dengan persiapan pembukaan prodi pendidikan Zhongwen. Besok pagi jam 6 saya harus berangkat ke Paiton dengan CY dan Wang Gong Ping untuk mempromosikan kehadiran kami di depan sebuah pesantren di Paiton. Terus masih ada perintisan jurnal KLAUSA, plus pusat studi Tionghoa yang baru sebatas notulen hasil rapat.

Jadi memang sibuk berat.

BTW, saya mulai bingung dengan banyaknya karyawan baru di sini. Ini, ini yang sedang jalan ini siapa ya namanya? Siska? Ketty? Perasaan Siska deh, tapi apa iyaaaaaa….. jangan-jangan ternyata namanya Tuti. Eh, emang ada ya karyawan baru Ma Chung yang namanya Tuti? Ah, bingung aku . . . . .

Nah, yang baru masuk ini kayaknya dari DPM deh. Siapa ya namanya? Oh, ini yang namanya persis dengan si sulung saya: Tiara. Betul nggak ya?

Nah, Internetnya sudah jalan lagi setelah kemarin sempat semaput dihajar angin keras. Saya harus tancap gas lagi. . . . .

Posted in: Uncategorized