Barca Membara

Posted on January 9, 2012

0


Kesebelasan Barcelona dijuluki kesebelasan terbaik yang pernah ada di muka Bumi. Ya, nggak heran sih. Kalau melihat cara mereka bermain, saya juga tidak habis pikir bagaimana mereka bisa begitu hebatnya. Nama besar Manchester United yang seolah tak terkalahkan itu jadi benar-benar tinggal nama di lapangan rumput: amblas ditebas oleh Barca. Real Madrid tak kalah malangnya, kepontal-ponthal meladeni serangan Barca. Pemain sehebat Gonzalo Higuain dan Ronaldo tak banyak berkutik. Sekali dua kali menerobos pertahanan Barca tapi tak pernah bisa mendapat momen dan sudut pas untuk menembak; malah begitu bola berpindah ke pemain Barca, pertahanan Real Madrid pun get REALLY messed up oleh Messi. Huah!

Tiki taka. Apa pula ini? Itu julukan untuk gaya bermain Barca. Saya ndak tahu banyak tentang bola, tapi saya perhatikan memang pemain-pemain Barca punya gaya khas: operan-operan pendek yang luar biasa akurat, ditambah ketrampilan individu dari dewa sepak bola seperti Messi dan Iniesta, lalu kocar-kacirlah pertahanan lawan dan detik berikutnya gawang lawan pun bobol setelah terkena tendangan yang tidak keras tapi dilepaskan pada momen dan sudut yang pas. Memang gila!

Saya pernah secara lebih cermat melihat gaya penyerang MU dengan gaya Messi dkk di daerah kotak penalti lawan. Kalau penyerang MU lebih mengandalkan tenaga dan kecepatan (karena memang badannya biasanya besar dan tinggi) dan tendangan geledek, Messi dkk lebih suka menggiring bola dengan kecepatan sedang. Dan lihatlah, ndak sekedar menggiring, tapi bola seakan lengket di kakinya; ditambah dengan liukan-liukan yang sulit diduga, tak seorang pun pemain bertahan berani atau bisa merebut bola itu dari kakinya. Lalu tiba-tiba dia berhenti . . . sepers sekian detik kemudian dia mengoper bola dengan sudut yang sungguh tidak lumrah, atau malah menyontek bola itu ke gawang. Kiper wahid sekelas van Der Sar pun langsung dibuat gulung koming mencoba menangkap bola tanpa hasil. Sekali lagi: sudut tembakan yang tepat, dan tendangan yang tidak sekeras geledek tapi benar-benar sulit diduga dan mematikan! Ini mengingatkan saya pada Romario Faria, bintang Brasil di Piala Dunia 1994.

Prep Guardiola, pelatih Barca, pernah mengatakan: “pemain-pemain saya memang ajaib. Mereka tidak sedang bermain bola, mereka tuh sedang membuat karya seni dengan bola.”. Pada kesempatan lain, dia bilang “apa rahasianya melatih mereka? Oh, ndak ada yang istimewa. Mereka boleh santai; mau latihan sambil bawa istri atau pacar ke hotel, ya boleh saja. Pokoknya mereka saya biarkan lepas saja.”. Dalam hati saya bilang: “Ya, mesti ae, Mas Prep! Pemain-pemainmu itu sudah bertalenta luar biasa dari sononya; kalau resep kayak gitu diterapkan untuk tim lain, ya belum tentu berhasil, bisa-bisa keok terus di lapangan karena terlalu santai.”

Kalau seorang pembalap seperti Schumi atau Senna mempunyai gaya balap yang tidak lumrah ya saya bisa maklumlah. Pembalap lain melibas tikungan dengan kecepatan maksimal 120 km/jam, mereka berani sampai 128 km/jam atau bahkan 135 km/jam. Ya mesti aja juara dunia berkali-kali. Tapi kalau 11 orang pria punya gaya main yang sama-sama ndak lumrah sehingga semua lawannya tewas, nah, itu baru saya heran. Bagaimana mungkin semua pemain itu seolah-olah punya telepati sehingga tahu kapan bola akan diumpan ke mereka dan kemana mereka harus bergerak, dengan kecepatan berapa, dan menendang bola dengan kekuatan seberapa, semua sudah nampak terjalin rapi hanya dalam hitungan sepersekian detik. Hanya latihan luar biasa intensif, kekompakan dan bakat yang luar biasa yang membuat mereka bisa tampil menawan seperti itu.

Hebat!

Posted in: Uncategorized