Sarasehan 2012: Machungers Cemungut!

Posted on January 7, 2012

0


Sarasehan 2012 secara keseluruhan menjadi makin fun dan menyenangkan. Panitianya terdiri dari orang-orang yang memang tahu bagaimana memadukan konsep fun dan hiburan dengan penyerapan nilai-nilai positif. Kalau boleh saya usulkan, sebaiknya panitia seperti ini dipertahankan saja dari tahun ke tahun , tidak usah diganti-ganti personilnya. Masih teringat sarasehan kedua ketika saya – entah karena musibah atau orang lembaga ini memang salah pikir—menjadi host untuk semua acara. Akibatnya ya bisa dipastikan: too serious, man!

Lokasi di Kampung Lumbung di daerah Beji memang pas. Tidak terlalu besar, juga tidak terlalu kecil. Melany menunjukkan ke saya kamar yang disebut honeymoon room. Terletak di paling ujung, dengan dominasi mebel kayu dan pemandangan ke alam perbukitan, lengkap dengan bath tub yang langsung memandang ke luar jendela, belum lagi penerangan yang menjadi favorit saya: lampu kuning, dengan beberapa bagian kamar dibiarkan agak gelap. Lokasi sepi, hawa dingin, berduaan saja dengan istri. Nah, karena mulai ngiler dan membayangkan yang tidak-tidak, saya beranjak dari kamar itu untuk menikmati sajian di bawah.

Setelah acara pembukaan dan pembagian kamar yang penuh gelak tawa karena insiden “Pak Jarefull” (seharusnya dibaca “Jerufael”) , kami diminta menulis resolusi untuk 2012. Resolusi harus merupakan sesuatu yang tangible dan intangible. Resolusi saya untuk tahun ini adalah: menjadi pemimpin teladan yang menginspirasi banyak orang di tingkat Fakultas. Wah, setelah saya tulis, saya merinding sendiri. Apa ndak terlalu tinggi? Tapi ya biarlah, sekali kutulis tetap kutulis. Setelah itu ada kuis peraturan kepegawaian. Buset, saya kira saya benar semua ternyata salahnya masih banyak!

Panitia yang gorgeous itu menghadirkan rekan-rekan yang sedang studi di luar negeri lewat Skype. Demikianlah, kami berbincang-bincang sejenak dengan Hari Kristopo di Korea, lalu Suryawirawan di Jerman; Romy Budhi malah datang sendiri karena mendapat liburan dari universitasnya di Jepang.

Malam hari. Rekan sekamar saya, seorang pimpinan prodi, sudah rapi mengenakan kemeja putih, vest dan dasi kupu-kupu. Sial memang saya malah lupa bawa, padahal sudah dipesan oleh panitia untuk mengenakan setelan seperti itu pada malam hari pertama. Sudah saya bayangkan nanti di acara di poolside saya akan jadi bahan tertawaan karena semua pakai cocktail dress sementara saya pakai kaos Ma Chung dan sepatu kets. Ternyata, begitu kami berdua keluar kamar, yang terjadi malah sebaliknya: rekan itu menjadi satu-satunya pria yang paling rapi dan tampan dengan setelan cocktail dressnya, sementara yang lain malah santai pake t-shirt dan jaket, bahkan ada yang lebih ndak karuan lagi. Ha ha haaa! Bener juga, ini kan acara santai, mana mau orang-orang ini diatur-atur dress codenya.

Acara malam itu di pool side didominasi oleh acara nyanyi. Buset, makin enak saja suara dan aransemen rekan-rekan ini. Saya paling suka ketika Lusiani menyanyikan “Price Tag” dan “Kiss Me” nya Sixpence None The Richer. Diiringi gitar oleh Renald dan Antono, suaranya enak tenan, lebih enak daripada penyanyi aslinya, ho ho hooo! Saya tanya rekan saya, seorang Dekan: “Tahu ndak judul lagu ini?”. Dia menggeleng. Hmm, usianya jauh lebih muda daripada saya, tapi ndak tahu lagu-lagu anak muda jaman sekarang. Iya, sih, dia kan Dekan beneran, sementara saya Dekan guyonan karena biar sudah botak dan sekilas serius ternyata masih suka mendengarkan Korean pop, Maroon 5, Bruno Mars dan Lady Antebellum.

Band-band lain tak kalah bagusnya. Budhy Widjaja, this versatile guy, ngemsi enak dan lucu, nyanyi pun ternyata boleh juga. Lalu ada lagi rekan-rekan Ginting dkk. yang membawakan lagu nostalgia jaman 80 an, plus lagu-lagu dari tanah Sumatra. Mantap, bro!

Malam itu saya tidur larut setelah menghabiskan bergelas-gelas kopi dan ngemil kacang godok plus dua potong martabak, plus ngobrol dan ketawa ngakak sama rekan-rekan dari berbagai direktorat. Yah, kapan lagi kan? Di kantor nggak mungkin bisa seperti ini. Waktu acara tukar menukar kado, saya mendapat sebuah pensil dengan ornamen China di ujungnya. Saya jadi ingat sarasehan tahun lalu dimana saya mendapat sebuah saputangan dari Hunan. Hmmm . . .

Nah, soal ngakak itu ternyata masih berlanjut keesokan harinya ketika acara outbound. Ini yang paling saya sukai di acara sarasehan, saya bisa ngakak habis sampai sepuas-puasnya melihat tingkah dan celotehan lucu-lucu dari rekan-rekan. Walaupun waktu berangkat sebenarnya saya ogah-ogahan, ternyata setelah acara mulai saya bisa melakukan hal yang nyaris tidak bisa saya lakukan sehari-hari di kantor: ketawa terus. Ya, biar aja, kan ketawa memang sehat untuk jiwa dan raga.

Tim outbound saya adem di depan tapi panas di belakang. Kombinasinya mematikan: saya, Lilis, Etsa, plus Wastam, plus rekan-rekan lain! Lengkap wis, mulai profesor sampai tamatan SD. Saya beri nama tim kami: Machungers, terus ditambah kata “Cemungut” sama Etsa. Jadi komplitnya: Machungers Cemungut, dan yel-yellnya adalah: “Machungers . . . Cemungut . . . Ha ha haa!”. Wis, lengkap wis gemblungnya!

Nah, terbukti betapa kata Machung itu bertuah beneran: di akhir acara, kami keluar sebagai juara! Lumayan, dapat hadiah kotak makanan plus kalendar meja.

Acara berakhir selepas tengah hari di tengah mendung yang terus menggayut sejak kemarin. Secara umum, saya menikmati acara sarasehan ini. Kalaupun ada beberapa yang menjadi keprihatinan adalah hari itu masih belum genap seminggu meninggalnya ayah dari rekan saya di DPM. Saya masih sempat menyalaminya di acara itu ikut berbela sungkawa. Walaupun menyempatkan datang di acara itu, kelihatan sekali kesedihan masih menggayut di wajahnya. Ya, nothing can be more saddening than losing a beloved father . . .

Beberapa rekan “hilang secara misterius” dari lokasi. Hari pertama masih kelihatan, hari kedua ndak nongol bahkan sampai pulang. Kemana gerangan?

Senin mulai kerja lagi. Waktunya bekerja kembali, serius lagi, mengejar dan meraih keunggulan. Machungers, . . . cemunguuuuutt!

Note:

“Cemungut” adalah bahasa gaul untuk “semangat”.

“Versatile” = serba bisa.

Posted in: Uncategorized